DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 28 Mei 2018 / 11:30 WIB

Dievakuasi, Ternak Milik Warga Merapi Bakal Ditampung di Lokasi Ini

SLEMAN, KRJOGJA.com - Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi, membuat aset yang dimiliki warga perlu diselamatkan. Rencananya, ternak tersebut akan dievakuasi ke tempat aman agar jika terjadi letusan, warga tidak kehilangan aset berharga. Sejauh ini jumlah ternak yang berada di lereng Gunung Merapi cukup banyak. Tercatat, jumlah ternak  di wilayah Sleman Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman sebanyak  4.000 ekor ternak di sekitar gunung.

Baca Juga: Ternak Warga Merapi Siap Diungsikan

Di dalam rencana kontijensi tersebut untuk ternak di wilayah Desa Girikerto dan sekitarnya dialokasikan tempat di lapangan Ledok Lempong Desaa Wonokerto Turi. Sedangkan untuk wilayah Kepuharjo dan Umbulharjo Cangkringan ada di Lapangan Jabalkat Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan.

Selain itu dari DP3 Sleman juga sudah berkoordinasi dengan kelompok ternak di sekitar tempat pengungsian untuk dapat menampung ternak warga terdampak. "Kita juga mengoptimalkan peran Poskeswan. Dokter hewan akan memeriksa kesehatan ternak," ujar Kepala DP3 Sleman Heru Saptono, Minggu (27/5/2018).

Hal yang diantisipasi, jika paparan abu vulkanik mengenai makanan ternak. Karena itu dimungkinan juga berdampak terhadap kesehatan ternak.

Selain itu kami juga belum menemukan cara bagaimana mengurangi paparan abu vulkanik terhadap sistem pernafasan ternak. Kalau manusia bisa diberikan masker untuk menghindari debu masuk pada paru paru. Lha kalau di ternak kita belum tahu solusinya. Kita baru akan koordinasikan dengan tim dari kesehatan hewan," jelasnya.

Kepala Desa Kepuharjo, Heru Suprapto, mengatakan total ada sekitar 800 ekor ternak yang ada di Desa Kepuharjo. Saat ini semua ternak tersebut masih di kandang komunal yang berada di Huntap Pagerjurang. Sampai sekarang, warga juga masih tetap tinggal di rumahnya masing-masing.

"Kebetulan statusnya masih waspada dan belum ada himbauan untuk mengungsi. Jadi, baik warga maupun ternak masih ada di atas, dalam hal ini Huntap Pegerjurang. Tapi kalau sewaktu-waktu ada kenaikan aktivitas, ternak akan langsung dibawa turun ke Lapangan Jabalkat Desa Wukirsari," urainya.

Terpisah, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY meminta pemerintah daerah setempat memprioritaskan upaya penanggulangan dampak bencana Gunung Merapi yang selama sepekan terakhir mengalami aktivitas vulkanis yang ditandai beberapa kali letusan freatik.

"Kita mendukung upaya pemda DIY memprioritaskan keselamatan warga, termasuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana dengan baik," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto di Yogyakarta.

Eko mengatakan pemenuhan kebutuhan warga yang perlu dipersiapkan dan dipenuhi dengan baik antara lain ketersediaan makanan, air bersih, WC, kamar mandi, layanan kesehatan, serta melakukan pendampingan bagi anak-anak sekolah.
Ia juga berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memperhatikan kawasan perbatasan di sekitar Gunung Merapi.

"Dengan kerja sama yang baik antara Pemda DIY dan Jateng penanggulangan bencana gunung merapi akan dapat terlaksana lebih baik," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan Pemda DIY akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut. (Awh)