Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 27 Mei 2018 / 18:59 WIB

Harga Ayam Pedaging di Peternak Belum Naik, Tapi di Pasar 'Berubah'

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Harga daging ayam potong atau ayam pedaging di Kebumen kini mencapai Rp 35 ribu/kilogram atau jauh dari harga normalnya yang hanya Rp 24 ribu/kilogram. Padahal harga ayamnya di tingkat peternak hanya Rp 16.800,- sampai Rp 17 ribu/kilogram.
Jauhnya rentang harga tersebut sangat mengherankan para peternak ayam pedaging di Kebumen.

"Sudah 4 tahun lamanya harga ayam di tingkat peternak hanya Rp 16.800 sampai Rp 17.000 per kilogramnya. Harga ini berdasarkan kontrak kerja kemitraan antara peternak dengan perusahaan pemasok DOC atau anak ayam, pakan dan obat-obatan," ungkap peternak ayam pedaging di Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Supri, Minggu (27/05/2018).

Supri membantah bila kenaikan harga daging ayam pedaging di pasar disebabkan peternak menaikkan harga jual ayamnya. Kendati nilai tukar dolar Amerika naik yang berimbas naiknya pakan ayam impor, belum lama ini, namun peternak tak ikut-ikutan menaikkan harga jual
ayamnya.

"Harga ayam dari kami sudah terpatok di surat kontrak antara kami dengan perusahaan mitra kami. Kenaikan nilai dolar dan pakan ayam
impor sama sekali tak mempengaruhi harga ayam dari kami. Apalagi pakan ayam dan obat-obatan yang saya pakai langsung dikirim dari
pabriknya di Semarang dan Cilacap dengan harga sesuai harga kontrak, bukan pakan dan obat-obatan impor," jelas Supri.

Peternak ayam pedaging Setrojenar lainnya, Slamet, memperkirakan bahwa kenaikan harga daging ayam pedaging di Kebumen kemungkinan
disebabkan oleh tingginya permintaan ayam dari Jakarta dan Bandung, dalam satu bulan terakhir ini.

"Karena banyak ayam yang dikirim ke Jakarta dan Bandung, berakibat pasokannya ke pasar di Kebumen menjadi langka. Di saat permintaan
konsumen sedang tinggi, maka boleh jadi pedagang menjualnya dengan harga tinggi," ujar Slamet. (Dwi)