Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 25 Mei 2018 / 18:52 WIB

NASA Ciptakan Pesawat Tercepat di Dunia, 2021 Bakal Mengudara

NASA dikabarkan telah merampungkan pengembangan konsep pesawat supersonik tercepat di dunia yang bakal menggantikan Concorde.

Bahkan, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut sudah bertemu dengan komisi Federal Aviation Administration (FAA) untuk berembuk soal peraturan baru pesawat supersonik ini.

Dilansir Business Insider pada Jumat (25/5/2018), peraturan pertama yang disepakati kedua belah pihak adalah penetapan standar sertifikasi suara kebisingan dari pesawat tersebut. Peraturan kedua menyepakati soal pengujian pesawat supersonik.

Dengan ditetapkannya dua aturan baru, pesawat supersonik ini nantinya direncanakan akan segera mengudara pada 2021 mendatang.

Pada saat itu, NASA diharapkan bisa menciptakan pesawat supersonik tercepat yang juga minim dengan suara kebisingan, sehingga tidak menciptakan polusi suara di perkotaan.

Untuk diketahui, penerbangan supersonik sendiri sangat terbatas di Amerika Serikat, mengingat pesawat tersebut menciptakan polusi suara yang sangat besar.

Pada 2003, pesawat supersonik Concorde mampu melakukan penerbangan supercepat dari New York ke London hanya dalam waktu tiga jam 30 menit. Penerbangan tersebut saat itu tentu diklaim tercepat jika dibandingkan dengan penerbangan subsonic.

Untuk diketahui, NASA nantinya akan meneken kerja sama dengan menerima dana sebanyak US$ 400 juta (Rp 5,3 triliun) untuk mengembangkan pesawat.

Pesawat baru itu rencananya akan didesain oleh perusahaan Lockheed Martin yang berbasis di California. Pengembangan pesawat ini sekaligus menjadi uji coba untuk teknologi baru yang dikembangkan oleh NASA.

NASA sendiri telah menyetujui kontrak senilai US$ 20 juta atau sekitar Rp 265 miliar untuk melakukan uji coba pesawat berkecepatan tinggi tersebut. Perusahaan mengklaim penerbangan ini tak hanya cepat, tapi juga lebih aman, sunyi, dan ramah lingkungan.

Desain awal dari pesawat yang disebut sebagai Low Boom Flight Demonstration ini menggunakan teknologi yang lebih sunyi. Bahkan, NASA menyebut suara yang dikeluarkan pesawat ini sangat lembut, dan bisa digambarkan sebagai detak jantung supersonik.(*)