DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 25 Mei 2018 / 17:10 WIB

BPBD Sleman Tegaskan Barak Pengungsian Siap Digunakan

SLEMAN, KRJOGJA.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sudah melakukan inventarisir terhadap barak pengungsian. Pasca erupsi 2010 lalu, ada 12 barak pengungsian baru yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari 12 barak tersebut, enam diantaranya ada di Kecamatan Cangkringan, dua di Pakem, Kecamatan Turi, Tempel dan Kalasan masing-masing satu barak. Namun diluar itu juga ada barak lama yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan, pengecekan di barak sudah dilakukan untuk memastikan kondisinya benar-benar siap untuk ditempati. Satu barak diperkirakan mampu menampung antara 300-500 jiwa.

"Di barak itu juga disediakan fasilitas pendukung. Salah satunya untuk kebutuhan MCK. Dan itu juga sudah kita inventarisir, apakah airnya mengalir atau tidak dan sebagainya," jelas Joko.

Namun berdasarkan pantauan KRJOGJA.com di Barak Tirtomartani Kecamatan Kalasan, semua kamar mandi tidak ada pintu. Selain itu kran air serta bolam lampunya juga tidak ada.

Menanggapi hal tersebut Joko berdalih, bisa saja petugasnya belum sampai ke lokasi itu ketika melakukan pengecekan. Karena masih difokuskan ke barak sebelah utara. Mengingat barak di Desa Tirtomartani Kalasan itu lokasinya juga paling bawah.

"Mungkin belum terjangkau saja oleh tim kita. Karena lokasinya paling bawah. Tapi akan kita cek ulang agar semua baraknya dalam kondisi siap," jelas Joko.(Awh)