Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 25 Mei 2018 / 17:45 WIB

Tuan Rumah Porprov, Koni Solo Pelopori 'Fairplay'

SOLO, KRjogja.com - Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2018 yang digelar 19-26 Oktober mendatang, KONI Solo mempelopori gerakan fairplay. Yakni tidak mengedepankan kepentingan diri untuk memperbanyak perolehan medali dengan cara ikut menentukan ada tidaknya cabang olahraga (cabor).

KONI Solo memberi kesempatan seluas luasnya kepada panitia (KONI Jateng) dalam penentuan cabor yang dipertandingkan. Jumlah cabor yang dipertandingkan 47 dengan 708 nomor. "Solo hanya ikut 585 nomor dari 46 cabor. Jadi ada 123 nomor pertandingan yang tak diikuti," jelas Ketua KONI Solo, Gatot Sugihartono, Jumat (25/5).

Apa yang ditunjukkan Solo sebagai wujud fairplay agar ke depan daerah yang lain mengikuti. "Ketika muncul cabang baru yang dimasukkan, kami bisa menerima. Karena semua itu untuk kepentingan Jateng di PON. Jadi sebagai tuan rumah jangan ikut menentukan cabang olahraga. Kami hanya melayani yang baik," ujar Gatot.

Walau demikian Solo secara realistis membidik posisi runner up. Dari hasil monitoring dan evaluasi, target runner-up bisa dicapai. Cabang yang diandalkan diantaranya Anggar, Pencak Silat. Pada Porprov sebelumnya dengan merebut 66 medali emas sudah berhasil di urutan kedua.

Ketika ditanya stadion Manahan yang akan direnovasi ia menyatakan pembukaan dan penutupan masih tetap dilaksanakan di Manahan. Begitu juga final pertandingan sepakbola. Gatot meyakini itu karena ketua pelaksananya adalah Walikota Fx Hadi Rudyatmo.

Sementara di kompleks Manahan ada venue balap motor, balap sepeda di velodrome, panjat tebing dan voli pantai. Venue panjat tebing dan voli pantai siap dibangun. Sebenarnya dua venue itu sudah ada, tapi ditingkatkan lagi. Salah satunya menggeser panjat tebing ke barat. "Tempat panjat tebing lama untuk voli pantai putra," tambah Gatot. (Qom)