DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 25 Mei 2018 / 13:38 WIB

Beda Abu Vulkanik Letusan Merapi 11 dan 21 Mei

YOGYA, KRJOGJA.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) DIY merilis hasil uji laboratorium abu vulkanik yang disemburkan Merapi pada 11 dan 21 Mei beberapa hari lalu, Jumat (25/05/2018). Hasilnya diketahui perbedaan signifikan kandungan dalam abu letusan di kedua hari tersebut yang mendandakan adanya magma baru di Merapi.

Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida menjelaskan di letusan tanggal 11 Mei 2018, material abu merupakan sisa erupsi 2010 yang masih berada di permukaan kawah Merapi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kandungan basa yang menandakan material lama dari sample yang diambil di kawasan Telogo Putri Kaliurang.

Baca juga :

Merapi Tak Akan Meletus Eksplosif Seperti 2010

Lagi, Merapi Semburkan Asap Setinggi 1500 Meter Siang Ini

Dinihari, Merapi Semburkan Asap Setinggi 6000 Meter

“Kalau yang 21 Mei 2018 kami teliti memiliki kandungan asam karena material dari dalam dibawa ke atas oleh gas, ada silica, Na (Natrium) dan Ca (Calcium) yang jadi salah satu parameter bahwa abu berasal dari material magmatik baru. Free crystal juga sudah jauh lebih tinggi kandungannya mencapai 94,74 persen dibandingkan dari tanggal 11 Mei 32,85 persen,” terangnya.

BPPTKG DIY pun membuat kesimpulan bahwa sejak 21 Mei 2018, Merapi sudah mulai memasuki masa letusan magmatis meski tak terdeteksi adanya deformasi (perubahan badan gunung karena tekanan magma) ataupun kegempaan yang signifikan. “Tapi ini masih awal sekali karena kita belum tahu sampai di mana magma dan kapan muncul di permukaan. Tapi karena deformasi lemah maka kemungkinan besat magma encer dan lambat sampai ke puncak,” sambung Hanik.

Apabila nantinya tekanan gas cukup kuat hingga mendorong magma encer ke permukaan maka terjadi erupsi efusif tanpa ledakan meski belum dapat disimpulkan saat ini. “Kalau mengalami erupsi kemungkinan seperti 2002 atau 2006 yakni adanya guguran lava dan adanya awan panas,” ungkapnya lagi.

Sementara hingga Jumat siang pukul 13.00 WIB, Merapi belum menunjukkan aktivitasnya seperti beberapa hari terakhir mengeluarkan letusan berupa asap. Terakhir letusan dikeluarkan Kamis (24/05/2018) pukul 10.48 WIB dengan kolom asap setinggi 1500 meter. Meski 26 jam lebih tak beraktivitas namun BPPTKG DIY belum mengubah status Merapi, tetap Waspada (level II). (Fxh)