Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Kamis, 24 Mei 2018 / 23:50 WIB

Facebook Bakal Hadirkan Fitur Clear History untuk Keamanan Data

CEO Facebook Mark Zuckerberg datang ke Brussel, Belgia, untuk memberikan keterangan pada Parlemen Eropa pada Selasa (23/5/2018).

Mengulang pengalamannya di Kongres Amerika Serikat (AS), Zuckerberg menghadapi pertanyaan seputar privasi dan potensi tindak kriminal yang terjadi di Facebook, seperti intervensi politik dan ujaran kebencian.

Di sana, Zuckerberg menyebut siap mengikuti GDPR (General Data Protection Regulation, Regulasi Perlindungan Data Umum).

Ia pun mengatakan Facebook tengah menyiapkan fitur terbaru yang memberkan pengguna lebih banyak kendali bisa menghapus histori bagi penggunanya.

"Misalnya, di browser, kamu bisa dengan mudah bisa bersihkan cookies and history. Jadi, kami bangun juga versi serupa di Facebook bernama Clear History," kata Mark Zuckerberg dalam keterangannya.

"Fitur ini akan menunjukanmu informasi yang kami dapat melalui website dan aplikasi saat kamu pakai, dan membersihkan data itu dari akun kamu, serta mematikan kemampuan penyimpanan data di akunmu," paparnya.

Zuckerberg menyebut, penghapusan histori seperti itu pastinya akan membuat pengguna lebih repot karena harus terus sign in saat mengunjungi sebuah situs, tetapi ia menyebut hal itu tetap diperlukan.

"Ini jenis kendali yang kami pikir harus dimiliki orang-orang, dan hal ini sudah dari dulu diminta oleh advokat privasi dan regulator, terutama di Eropa," tukasnya.

Sayangnya, walau Zuckerberg menghormati GDPR, ia tetap menolak menerapkan perlindungan tersebut ke pengguna Facebook seluruh dunia. Padahal, aturan GDPR terbilang komprehensif dan pro-pengguna.(*)