DIY Editor : Agung Purwandono Selasa, 22 Mei 2018 / 07:44 WIB

Ini Alasan Naiknya Level Merapi Jadi Waspada

YOGYA, KRJOGJA.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY menaikkan level status Gunung Merapi menjadi Waspada (level II) puku 23.00 WIB Senin (21/5/2018). Adanya kegempaan tremor di kawah Merapi yang menjadi indikasi erupsi Magmatik menjadi salah satu alasan akhirnya diambil keputusan meningkatkan status tersebut. 

Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaidah mengatakan setelah melakukan pemantauan dari data seismik usai letusan freatik pukul 17.50 WIB dketahui adanya kegempaan tremor di kawah Merapi. Kegempaan tremor menurut Hanik merupakan salah satu indikasi adanya arah ke letusan magmatik yakni keluarnya tenaga dari dalam kawah Merapi. 

“Tadi setelah pukul 17.50 WIB, seismograf mencatat adanya gempa tremor dan ini arahnya sudah ke magmatik. Saat ini arahnya sudah ke letusan magmatis sehingga kami perlu memberikan signal peningkatan kewaspadaan,” ungkapnya pada wartawan. 

Terkait potensi letusan magmatis, Hanik mengatakan hal tersebut sangat mungkin terjadi. “Sudah ada lidah yang menuju ke permukaan, sehingga perlu ditingkatkan menuju waspada, indikasinya sudah ada gempa tremor tadi. Tapi saat ini Merapi kembali diam dan gempa tremornya sudah hilang lagi,” sambung Hanik.
Baca Juga : 
Aktivitas Tinggi, Merapi Status Waspada

BPPTKG DIY pun resmi mengeluarkan himbauan untuk tidak lagi ada aktivitas manusia di radius 3 kilometer dari puncak Merapi. Masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III pun diminta lebih waspada dengan situasi tersebut. 

“Kami akan terus memantau dan jika ada perkembangan apapun akan langsung kami informasikan pada masyarakat. Kami berharap semua bisa tenang dan tetap waspada,” pungkasnya. (Fxh)