Peristiwa Agregasi    Selasa, 22 Mei 2018 / 00:10 WIB

Menteri Susi Ungkap Kapal Asing Curi Solar Subsidi Sampai Rp70 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kerugian yang ditanggung oleh negara akibat pencurian ikan oleh penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) yang dilakukan oleh kapal asing tidak hanya soal kekayaan perairan Indonesia.

Lebih dari itu, aksi illegal fishing juga menguras subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dipergunakan untuk operasional kapal asing.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menuturkan, data KKP menyebut kurang lebih ada 7.000 kapal asing yang melakukan illegal fishing di laut Indonesia selama bertahun-tahun. 

Dengan jumlah yang cukup fantasitis tersebut, kapal asing merebut jatah subsidi solar hingga mencapai Rp70 triliun. Kerugian tersebut, dikatakan Susi juga pernah menjadi perhitungan oleh Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

"Dan itu sesuai, kalau dikira-kira 7.000 kapal, 5 ton sehari, lalu beroperasi 8 bulan dalam setahun, kira-kira solar yang dipakainya sama," ujarnya dalam Diskusi Panel Revisi Undang-Undang Perikanan, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (21/5/2018).

"Jadi Rp70 triliun dari kurang lebih Rp300 triliun subsidi BBM kita itu dipakai kapal pencuri ikan yang mencuri ikan kita," sambungnya.


Ironisnya, perilaku illegal fishing yang dilakukan oleh kapal asing itu, juga memengaruhi struktur perekonomian nelayan Indonesia. 

Susi menyebut, illegal fishing menghilangkan 50% jumlah rumah tangga nelayan Indonesia dari 2003 sampai 2013. Di samping itu, illegal fishing juga menguras stok ikan dari 22 juta ton menjadi 6,5 juta ton di tahun 2013. "Hasil sensus pemerintah dan Bank Dunia jumlah rumah tangga nelayan dari 1,6 juta tinggal 800 ribu saja," kata dia. (*)