DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 21 Mei 2018 / 12:44 WIB

Saat Meletus, Suhu di Area 3 Kawah Merapi Mencapai 274,9 Derajat

YOGYA, KRJOGJA.com - Suhu termal di alat pantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY memperlihatkan garis merah saat Merapi tiba-tiba meletus freatik Senin (21/5/2018) dini hari dan pagi tadi. Tercatat, suhu yang dihasilkan saat letusan tersebut mencapai 274,9 derajat Celcius atau jauh dibandingkan suhu normal sekitar 50 derajat Celsius.

Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida mengatakan di letusan yang terjadi hari ini alat deteksi termal yang ada tidak menunjukkan tanda-tanda apapun. Hal tersebut cukup berbeda dari yang terjadi 11 Mei 2018 yang memiliki tanda-tanda berupa peningkatan suhu di kawah area 3.

“Di area 3 termal kita tidak menangkap tanda-tanda, langsung naik dan terjadi letusan freatik. Ini berbeda dari tanggal 11 Mei lalu yang sempat memberikan tanda-tanda termal dan seismik,” ungkapnya.

Dari pengamatan wartawan di alat pantau di ruang monitoring, diketahui suhu di area 3 Kawah Merapi mencapai 294,7 derajat Celsius saat terjadi letusan pukul 1.25 dan 9.30 WIB tadi. Suhu tersebut memang lazim terjadi saat letusan freatik sementara untuk magmatik mencapai 700-an derajat Celsius.

“Saat ini memang titik pusat di area 3 tersebut jadi banyak aktivitas di area itu. Sama saat freatik 11 Mei lalu tapi kali ini memang lebih tinggi suhunya yakni 274,9 derajat Celcius,” ungkapnya lagi.

Meski demikian, hingga saat ini BPPTKG DIY memastikan belum adanya tanda-tanda mengarah pada letusan magmatik di Merapi. Menurut Hanik, ini adalah karakter Merapi yang akan terus berulang kedepan.

“Setelah freatik maka tumbuh kubah lava baru dan ada kemungkinan tanda menuju magmatik. Tapi sampai saat ini belum terlihat ada tanda deformasi dan seismik dari aktivitas magmatik Merapi. Kami terus pantau dan akan berikan informasi update pada masyarakat,” sambung Hanik. (Fxh)