Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 19 Mei 2018 / 21:42 WIB

PBNU Tegaskan Alquran Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Imam Aziz menyampaikan, sedianya Alquran tidak dijadikan barang bukti oleh polisi terkait kasus terorisme. Aziz menjelaskan, Alquran merupakan tuntunan bagi umat Islam. Di dalamnya tidak mengajarkan kekerasan.

Jika dijadikan sebagai barang bukti, khususnya dalam konteks kasus terorisme, hal itu seakan mengkategorikan bahwa Alquran mengajarkan berbagai hal yang bersifat kekerasan dan tindakan yang menuai ancaman.

"Secara substansi dan secara maknanya tidak bisa (dijadikan barang bukti), karena tidak ada ajaran di dalam Alquran yang mengajarkan terorisme. Jadi, tidak bisa dijadikan barang bukti terorisme," ujar Aziz di Hotel JS Luwansa.

Menurut Aziz, yang sepatutnya dijadikan barang bukti dalam konteks terorisme adalah barang atau benda yang dibuat oleh seseorang dan di dalamnya mengandung ajakan atau ajaran kekerasan dan kebencian. Misalnya, buku-buku yang ditulis oleh para tokoh yang terkait dengan jaringan teroris.

"Kecuali ada buku-buku yang memang dibuat oleh para tokoh yang menganjurkan kekerasan, terorisme. Nah, itu baru bisa. Kalau Alquran itu (diperuntukkan) umum. Jadi, tidak bisa dan (karena di dalamnya) tidak mengajarkan apapun mengenai kekerasan," kata dia. (*)