Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 15 Mei 2018 / 14:36 WIB

Tradisi Padusan di Pengging Menjadi Destinasi Wisata

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Tradisi Padusan atau mandi untuk mensucikan diri sebelum memasuki bulan puasa, digelar di Pemandian Tirtomarto, Pengging, Banyudono, Selasa (15/5/2018). Bagi masyarakat Jawa pada umunya, tradisi ini merupakan suatu kebiasaan yang sudah dilakukan selama ratusan tahun. Syahdan, tradisi ini mulai berkembang sejak penyebaran agama Islam oleh Wali Songo saat kerajaan Demak berkuasa.

Ritual padusan kali ini diawali dengan kirab budaya yang diikuti oleh ratusan santri serta berbagai kelompok masyarakat, sembari mensosialisasikan tibanya bulan Ramadhan. Sesampainya di Pemandian Tirtomarto, kolam yang sering menjadi tempat mandi keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, Mas dan Mbak Boyolali secara simbolis menjadi pembuka ritual saat mereka dibasuh oleh Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, dan sejumlah pejabat Forkominda.

"Mensucikan diri lahir dan batin sebelum puasa, itu makna sesungguhnya dari padusan," kata Said Hidayat.

Ia berharap, mengingat tradisi padusan sudah berlangsung ratusan tahun, ia berharap pelaksanaan tradisi ini bisa terus dipertahankan sebab sudah menjadi bagian integral dari budaya masyarakat. Terlebih tradisi ini juga mendongkrak perekonomian masyarakat, dimana berbagai pemandian yang mempunyai nilai sejarah di wilayah Pengging selalu menjadi rujukan masyarakat di Boyolali dan sekitarnya untuk melakukan padusan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani menambahkan, tradisi padusan ini juga diupayakan untuk menjadi salah satu potensi wisata. Selain di kawasan Pengging, berbagai wilayah yang mempunyai sumber mata air di Boyolali juga menggelar tradisi serupa, misal di Umbul Tlatar, Boyolali Kota dan Umbul Tirtomulyo, Sawit.

"Desa-desa yang mempunyai lokasi pemandian juga banyak menggelar tradisi serupa secara mandiri," pungkasnya.(Gal)