Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 11 Mei 2018 / 23:30 WIB

50 Juta Pelanggan Telkomsel Terblokir, Grapari Siap Membantu

LOMBOK, KRJOGJA.com - Meski registrasi kartu SIM prabayar telah berakhir pada 30 April 2018, para operator ternyata masih sibuk berbenah mengurus nomor yang masih belum mendaftar alias diblokir. Hal ini pun turut dirasakan oleh Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, menyampaikan pihaknya tengah berupaya mengimbau pelanggan yang diblokir untuk segera mendaftarkan nomornya.

Ya, untuk diketahui, nomor yang belum mendaftar setelah periode 31 April 2018 memang diblokir. Tetapi, pelanggan sebetulnya masih bisa mendaftarkan nomornya ke gerai terkait, dalam hal ini Grapari untuk Telkomsel.

Ririek mengungkap usai 31 April 2018, Telkomsel mencatat masih ada 50 juta nomor yang terblokir. Namun demikian, ia mengklaim puluhan juta nomor yang diblokir itu perlahan sudah mulai mendaftar. Skala jumlahnya besar, bisa ratusan ribu hingga paling banyak satu juta nomor dalam satu hari.

"Ada 50 juta (nomor) yang diblokir setelah 31 April. Tapi sampai sekarang itu (yang diblokir) sudah pelan-pelan mendaftar. Jadi, 50 juta (nomor) itu bukan hilang, tetapi mereka mendaftar. Semakin ke sini semakin besar jumlahnya," ujar Ririek di Lombok pada Jumat (11/5/2018).

Orang nomor satu di Telkomsel tersebut juga berkata, pihaknya sudah berupaya mengajak pelanggan yang belum mendaftar, agar segera melakukan registrasi kartu SIM-nya. Namun apa daya, pelanggan masih belum tertarik, bahkan sudah diiming-imingi bonus kuota data 10GB.

"Ya ternyata bonus 10GB ini tidak menarik. Lucunya, yang bikin mereka mau daftar ya karena diblokir dulu. Buktinya, tiga hari setelah diblokir, malah banyak yang mau daftar," tukas Ririek.(*)