Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 11 Mei 2018 / 18:48 WIB

Pembangunan Rumah Sakit Tipe C Purworejo Dimulai

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Pembangunan Rumah Sakit Tipe C Purworejo di Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip dimulai. Bupati Agus Bastian SE MM meresmikan dimulainya pembangunan dengan memecah kendi pada mesin pancang paku bumi, Jumat (11/05/2018).

Pemerintah melalui pemenang tender PT Hutama Karya Tbk membangun rumah sakit dalam dua tahap. "Tahap pertama pada 2018 meliputi persiapan lahan, struktur, arsitektur, elektrikal dan mekanikal. Rencananya tahap I dikerjakan 265 hari," ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo Ir Suranto.

Pembangunan tahap pertama menghabiskan anggaran Rp 94 miliar. Untuk tahap kedua akan dilanjutkan tahun 2019 dengan perkiraan anggaran Rp 40 miliar. Pembangunan dua tahap itu menggunakan alokasi dana APBD kabupaten.

Pembangunan tahap kedua rumah sakit tiga lantai itu meliputi elektrikal, mekanikal, IPAL hingga perpipaan. "Kami bertanggung jawab pada struktur, sedangkan peralatan kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo yang akan menghitung dan melaksanakan pengadaan," tuturnya.

Bupati Agus Bastian SE MM mengatakan, rumah sakit tidak dibangun tanpa tujuan. Keberadaan rumah sakit tipe C itu akan mendukung pelayan kesehatan masyarakat Purworejo.

Menurutnya, RSUD Dr Tjitrowardoyo Purworejo saat ini telah kesulitan menangani seluruh masalah kesehatan masyarakat. "Kapasitasnya sudah tidak mencukupi, perlu didukung sarana lain. Untuk itu kami alokasikan anggaran untuk membangun RS tipe C," ucapnya.

Selain itu, keberadaan RS tipe C dinilai mendesak demi menangkap peluang pembangunan bandara NYIA di Kulonprogo. Bahkan bupati menyatakan keinginannya membuat satu ruang khusus kelas President Suite bagi pejabat atau tamu kenegaraan yang sakit di wilayah jangkauan rumah sakit.

RS Tipe C Purworejo itu juga akan memiliki layanan unggulan untuk penyakit mata dan stroke. "Walaupun tipe C, namun harus mampu memberi pelayanan yang kekinian. Rumah sakit ini juga diharapkan jadi rujukan masyarakat wilayah Kedu dan Kulonprogo sisi barat," tandasnya. (Jas)