Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 11 Mei 2018 / 14:23 WIB

Pendaki Merapi Segera Dievakuasi

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Saat terjadi erupsi freatik di kawah Merapi, Jumat (11/05/2018) pukul 07.40 WIB terdapat belasan pendaki yang sedang di kawasan puncak. Kepanikan pun melanda sekitar 160an pendaki yang saat itu sedang mendaki Merapi.

Zainal Arifin, salah satu pendaki menceritakan saat letusan terjadi ia dan rombongannya baru saja menghabiskan satu jam di kawasan puncak. Saat itu ia tengah turun dari puncak Merapi di atas kawasan Pasar Bubrah, lokasi yang mestinya menjadi batas akhir pendakian. Letusan di awali getaran dan suara menggelegar.

Ia dan rekannya pun langsung pontang-panting turun dan beberapa kali sempat terjatuh hingga lecet di beberapa bagian tubuh. "Ada belasan pendaki yang di puncak sebelum terjadi letupan. Ada juga pendaki yang pingsan, mungkin karena shock," ceritanya.

Beruntung, angin saat itu tak mengarah ke rombongan pendaki yang banyak mendirikan camp di kawasan Pasar Bubrah. Sebelum mendaki ke puncakn ia sebenarnya sudah diperingatkan guide agar jangan mendaki ke puncak, sebab beberapa waktu terakhir ini baru belerang di sangat menyengat dan gemuruh kawah Merapi terdengar lebih keras dari biasanya.

"Kita juga sebenarnya tahu kalau dilarang mendaki ke puncak. Untung masih diberi selamat. Ini jadi pembelajaran untuk kita agar mematuhi peraturan," tembahnya.

Fajar Sidiq, pendaki lainnya yang saat letusan ada di kawasan Pasar Bubrah menceritakan pasca letusan puluhan pendaki yang mendirikan camp di Pasar Bubrah langsung melarikan diri untuk berlindung. Lima belas menit kemudian setelah gemuruh mereda, baru mereka kembali ke Pasar Bubrah untuk packing dan turun. "Begitu ada letusan, kita semua langsung lari, cari aman dulu," ujarnya.

Hingga Jumat siang, tim dari BPBD Boyolali, PMI, relawan serta unsur lainnya masih berupaya melakukan evakuasi para pendaki. ‎Pendakian juga ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kepanikan juga sempat terjadi di wilayah Selo. Joko Purnomo, warga Selo mengatakan saat terjadi gemuruh keras diikuti goncangan sekitar 10 detik kepanikan sempat melanda. Warga yang sedang berkegiatan di pasar atau di ladang segera pulang.

Sebagian diantaranya langsung menjemput anak-anak mereka di sekolah. Namun sekitar setengah jam setelah ada informasi erupsi bersifat freatik, warga kembali tenang. "Mungkin trauma erupsi 2010 lalu,” katanya.

Diinformasikan, erupsi freatik yang didominasi uap air terjadi kawah Merapi pada Jumat pagi pada pukul 07.40 WIB selama satu kali, dengan durasi kegempaan selama lima menit dan ketinggian kolom asap 5.500 meter di atas puncak. Pergerakan abu vulkanik mengarah ke selatan-barat daya. Dari rekaman seismik, kondisi kegempaan Merapi saat ini sudah landai dan statusnya normal. (Gal)