DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 11 Mei 2018 / 13:13 WIB

BPBD DIY Pastikan Jarak Aman 2 Kilometer, Pendaki Merapi Selamat

YOGYA, KRJOGJA.com - Letusan freatik di Gunung Merapi Jumat (11/5/2018) pagi pukul 07.40 WIB sempat membuat panik warga masyarakat terutama yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB). Ratusan orang sempat mengungsi ke Purwobinangun karena khawatir kolom letusan yang membumbung hingga 5,5 kilometer dari puncak Merapi. 

Biwara Yuswantana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengungkap saat kejadian berlangsung pihaknya menetapkan evakuasi hingga jarak 5 kilometer dari puncak. Namun setelah kondisi berangsur normal, pihaknya menurunkan titik aman menjadi 2 kilometer yang kemudian diikuti kembalinya para pengungsi ke kediaman masing-masing. 

“Saat ini seluruh pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan titik aman kami turunkan menjadi 2 kilometer dari puncak. Tercatat 190 warga mengungsi dan sudah mulai kembali. Aktivitas seturut laporan sudah berangsur normal namun seluruh eleman masih bersiaga di pos BPBD Sleman,” terangnya. 

Terkait beberapa pendaki yang sempat dikawatirkan menjadi korban, BPBD DIY memastikan hingga siang ini status akibat erupsi freatik adalah nihil korban jiwa. “Tadi pagi sempat ada beberapa pendaki di pasar bubrah tapi sampai saat ini tidak ada laporan korban, semuanya aman,” sambungnya. 

Sebelumnya diberitakan Merapi sempat mengalami erupsi freatik dengan kegempaan selama 5 menit sekitar pukul 07.40 WIB. Material berupa abu sisa letusan 2010 ikut terangkat setinggi 5,5 kilometer dari puncak Merapi. 

Akibatnya, beberapa wilayah di DIY seperti Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul mengalami hujan abu halus. Masyarakat pun dihimbau mengenakan masker saat bepergian keluar rumah karena abu vulkanik yang berbahaya bagi saluran pernafasan ditambah sebaran yang berubah sesuai arah angin. (Fxh)