DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 11 Mei 2018 / 09:00 WIB

Apa Itu Letusan Freatik?, Begini Penjelasannya

YOGYA, KRJOGJA.com - Gunung Merapi Jumat (11/058/2018) pagi ini mengalami letusan fratik dan mengagetkan masyarakat, terutama yang berada di kawasan lereng gunung teraktif di Indonesia ini.

Apa yang dimaksud erupsi freaktif itu? KRJOGJA.com dari beberapa sumber mencoba memberi penjelasan singkat sembari  menunggu rilis resmi dari instansi terkait mengenai peristiwa tersebut.

Erupsi Freatik adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung. Erupsi Freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, panas dari magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan yang disebut Erupsi Freatik. 

Letusan dari Erupsi Freatik mengeluarkan material padat yang terlempar akibat tekanan dari uap tadi. Ledakan uap yang yang tidak langsung melibatkan magma segar disebut Freatik.  Magma bisa menjadi sumber panas untuk pembangkit uap tapi tidak  bepartisipasi lebih lanjut di proses erupsi. 

Ledakan freatik umumnya dalam sistem geothermal aktif dan di sekitar urat aktif diantara erupsi. Ledakan terjadi ketika di bawah permukaan air yang panas keluar karena uap sebagai hasil dari reduksiyang cepat dalam membatasi tekanan.

Erupsi freatik secara khas mengeluarkan umlah uap banyak yangmengandung &olume benda padat. Ledakannya agak lemah dan banyak piroklastik terdeposit di dekat area erupsi oleh jatuhan. Deposit didominasi piroklastik litik non juvile. Dalam kasus yang melibatkan sistem geothermal piroklastik umumnya merupakan ubahan hidrotermal dan termasuk lumpur hidrotermal atau fragmen sinter.

Letusan freatik sulit diprediksi. Bisa terjadi tiba-tiba dan seringkali tidak ada tanda-tanda adanya peningkatan kegempaan. Beberapa kali gunungapi di Indonesia meletus freatik saat status gunungapi tersebut Waspada (level 2) seperti letusan Gunung Dempo, Gunung Dieng, Gunung Marapi, Gunung Gamalama, Gunung Merapi dan lainnya.

Tinggi letusan freaktik juga bervariasi, bahkan bisa mencapai 3.000 meter tergantuk dari kekuatan uap airnya. Jadi letusan freatik gunungapi bukan sesuatu yang aneh jika status gunungapi tersebut di atas normal. Biasanya dampak letusan adalah hujan abu, pasir atau kerikil di sekitar gunung. (*)