Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 23 November 2018 / 22:20 WIB

Dari Mata, Sakit Seseorang Bisa Terlihat

SEPERTI halnya lidah, kondisi mata juga dapat menggambarkan bagaimana kesehatan tubuh seseorang, khususnya jika mereka mengidap penyakit tertentu.

Menurut dokter dari Scheie Eye Institute di University of Pennsylvania’s Perelman School of Medicine, di Amerika Serikat, mata itu terhubung langsung dengan pusat saraf tubuh.

Karenanya, apa yang terjadi pada tubuh Anda, khususnya penyakit, juga akan mempengaruhi bagaimana indera pengelihatan Anda terlihat.

Jika Anda sudah sering mendengar apa yang dilakukan diabetes pada mata Anda, berikut, beberapa jenis penyakit yang juga berdampak dengan kesehatan mata seperti diambil dari Prevention:

1. Kolesterol tinggi

Seorang penderita kolesterol tinggi dapat mengalami penurunan pengelihatannya, meski hanya sementara. Ini disebabkan oleh arteri carotid yang tersumbat olah plak dan menyebabkan aliran darah yang masuk ke area mata. Mata Anda juga akan merasakan rasa sakit. Hal ini juga ditandai dengan munculnya cincin abu-abu disekitar kornea mata.

2. Gangguan tiroid

Tiroid adalah kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di area leher. Kelenjar ini berfungsi mengontrol beberapa jenis hormon dan membantu meregulasi pertumbuhan juga dan metabilisme tubuh. Kondisi ini biasanya menyebabkan biji mata yang agak nongol keluar dan terlihat besar dari biasanya, juga diiringi rasa sakit.

3. Migrain retinal

Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada titik tertentu dari mata. Biasanya hanya sementara. Akibat migrain retinal, tercipta apa yang namanya scotomas atau pandangan buram. Kebutaan ini biasanya terjadi hanya beberapa menit. mata akan seperti melihat sinar terang, diikuti dengan pandangan yang memburam atau juga mengalami sakit kepala sebelum gejala terjadi.

4. Penyakit autoimune

Mereka dengan kondisi ini biasanya memiliki kelopak mata terlihat malas. Ini bisa jadi pertanda dari penyakit autoimune bernama myasthenia gravis, Hal ini dapat melemahkan otot kelopak mata menyebabkan penderitanya kesulitan membuka mata secara menyeluruh. (*)