Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 11 Mei 2018 / 06:10 WIB

Menteri Susi: Teknologi Digital Penting untuk Berantas Pencurian Ikan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku pada awal menjabat dirinya mengalami hambatan, terutama terkait pemantauan kapal-kapal pencuri ikan.

Dia mengaku sejak saat itu tertarik untuk menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi digital. “Sebetulnya saya sebelum jadi menteri kan datang dari dunia penerbangan. Jadi di dunia penerbangan itu bisa dipantau keberadaan letak pesawat. Untuk di KKP sendiri, saya kaget ada banyak kapal, bagaimana saya memantau? Yang saya tahu, kami hanya ada VMS (Vessel Monitoring System). Nah VMS ini kan hanya milik kapal Indonesia saja, lalu bagaimana dengan kapal lain?”, ujar dia dalam satu forum, seperti dikutip Kamis, (10/5/2018).

Menteri Susi mengaku terkait penggunaan teknologi digital ini, salah satunya adalah Global Fishing Watch (GFW), sebuah platform teknologi hasi kolaborasi antara Google, Oceana dan SkyTruth.

“Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan Global Fishing Watch. Tapi ada beberapa orang yang tidak suka dan menyebut bahwa saya membuka rahasia negara,” tegasnya.

Menteri Susi mengatakan, saat ini modus illegal fishing sangat beragam, untuk itulah dibutuhkan pengelolaan teknologi digital secara maksimal.

“Sekarang modus illegal fishing itu dilakukan oleh kapal-kapal Indonesia yang affiliated dengan kapal luar dan kapal kolektornya tramper-nya itu menunggu beberapa mill di atas ZEE kita. Dan mereka tahu kita terapkan aturan tegas pelarangan transshipment di tengah laut Indonesia. Jadi mereka tahu sekali kalau mereka lakukan ini, mereka akan tertangkap sehingga melakukannya di luar wilayah Indonesia,” jelas dia.

Menteri Susi mengharapkan dengan adanya digitalisasi data ini, akan timbul rasa memiliki di kalangan pemerintah hingga masyarakat untuk menjaga dan mengawasi kedaulatan perairan Indonesia.

“Dan yang penting melahirkan kembali kepada masyarakat rasa kepemilikan, bahwa laut ini bisa kita awasi dan masyarakat akan menjadi partisipan aktif. Saya mendorong bahwa masyarakat boleh mengakses VMS itu,” tuturnya.(*)