Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 10 Mei 2018 / 12:26 WIB

KETIMBANG RATAPI NASIB HONOR KECIL

Guru Honorer Didorong Cari Kerja Sampingan

SOLO (KRjogja.com) - Kalangan guru honorer didorong lebih kreatif menciptakan peluang untuk menambah pendapatan dari sektor lain, menyusul penghasilan sebagai tenaga pendidik relatif minim. Kendati profesi guru sebagai pilihan, namun upaya memperoleh pendapatan tambahan di luar bidang pendidikan, jauh lebih baik ketimbang menghabiskan waktu meratapi nasib.

Motivator RAy Febri Dipokusumo saat Lokakarya Peningkatan Kompetensi Guru Honorer, di Balaikota, Rabu (9/5), menambahkan, semakin rigid seseorang menghitung penghasilan yang diperoleh, justru semakin banyak kekurangan yang dirasakan. Secara ekonomis, menjadi guru honorer memang susah, ujarnya, sebab honor bulanan yang diperoleh relatif kecil walaupun mereka telah mengabdi belasan atau bahkan puluhan tahun.

Jika profesi guru meang menjadi pilihan hidup, semua mesti dijalani dengan ikhlas, sembari menggali potensi diri hingga bisa menatap masa depan lebih baik serta memberi manfaat kepada orang lain. Dalam acara yang diinisiasi Sosialita Social Community (SSC) itu, Febri berharap, status guru honorer yang hingga kini masih diliputi ketidakjelasan utuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak mempengaruhi pola pikir dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Bisa dibayangkan, ketika seorang guru honorer masuk ke dalam kelas disertai muka cemberut akibat meratapi nasib berkepanjangan, suasana aktivitas belajar mengajar dipastikan menjadi murung. Dampak lebih lanjut, upaya meningkatkan kualitas pendidikan akan terkendala. Ada tugas mulia yang diemban kaum guru untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih hebat, ujarnya, sehingga status kepegawaian tidak layak menjadi alasan untuk mencurahkan pengabdian dengan sepenuh hati.

Saat dilakukan <I>sharing<P>, diketahui sejumlah guru honorer mencoba peruntungan dengan kerja sampingan,  diantaranya membuka toko <I>online<P> tanpa harus mengganggu aktivitas keseharian sebagai tenaga pengajar. Sebagian yang lain, juga mencari penghasilan tambahan dalam bidang yang tak jauh dari dunia pendidikan, seperti menyelenggarakan kles privat, jasa pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan sebagainya. (Hut)