Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 10 Mei 2018 / 12:10 WIB

IKM Didorong Jualan Melalui Online

MAGELANG (KRjogja.com) - Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Magelang dan sekitarnya didorong oleh Kementerian Perindustrian untuk memperluas pasarnya melalui online. Selama dua hari, sekitar 50 pelaku IKM sektor kimia, sandang, aneka dan kerajinan di Kabupaten dan Kota Magelang, dilatih untuk bisa membuat produk berkualitas dan mempunyai tampilan yang menarik. 

"Dari evaluasi yang kami lakukan, tampilan yang menarik jauh lebih mudah menarik market. Di sisi lain, kemajuan teknologi dengan berbasis online sekarang ini, sangat mempermudah pelaku IKM mengembangkan dan memperluas pasarnya. Kegiatan ini, salah satunya cara kami membantu para pelaku ikm," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, saat membuka Workshop e-Smart IKM di Hotel Atria Magelang, Rabu (09/05/2018).

Diakui perempuan asal Bayeman Kota Magelang tersebut, bahwa muncul kendala dalam persoalan pelatihan. Karena pada tahun lalu, dari 1.738 IKM yang diberikan pelatihan, hanya 68 pelaku ekonomi yang jadi. Sisanya mengalami kendala dari mulai pembiayaan hingga masalah jalur distribusi. “Masalahnya, para pelaku IKM tersebut sudah menyakini jalur distribusi yang mereka punya. Sehingga kemudian malas untuk memasarkannya secara online. Padahal agar direspon di online, selain tampilan yang bagus, juga sering di-update informasinya,” katanya.

Dalam pelatihan ini, sengaja dihadirkan pihak-pihak yang sangat paham dan ahli soal tampilan. Termasuk masalah pengurusan SNI, HAKI maupun PIRT. Termasuk mengandeng marketplace besar di Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan BliBli. “Peserta workshop e-Smart IKM kesemuanya adalah pelaku industri jadi produknya dijamin produk lokal. Dan sekarang sudah saatnya e-commerce Indonesia dipenuhi oleh produk lokal dalam negeri dengan kualitas yang bersaing,” tegasnya.

Pihak kementerian sendiri mengaku mengalami kendala soal berapa jumlah IKM yang ada di Indonesia. Angka terakhir berkisar hampir lima juta IKM. Hanya saja, pihak kementerian tidak bisa memberikan data secara by name maupun by adress.

“Ya, data kita tidak mengakses secara rinci IKM secara by name maupun by adress. Harapannya, dengan e-Smart IKM ini, pelan-pelan ada data yang jelas soal IKM,” ujar Gati.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Magelang, Endot Sudiyono membenarkan persoalan pendataan IKM. Pihaknya sendiri mempunyai data IKM per tahun 2010 dengan angka tujuh ribuan pelaku. Bahkan data tersebut, merupakan data 2007. 

“Bidang perindustrian baru bergabung dengan dinas tenaga kerja dalam dua tahun terakhir ini. Jadi kami masih miskin data IKM. Tahun ini, sedang diadakan pendataan secara menyeluruh, dengan melibatkan kepala desa,” tandas Endot. 

Dalam kegiatan tersebut, dipamerkan beberapa produk IKM. Dari mulai kerajinan dari kayu, tanduk hingga lukisan. (Bag)