Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 10 Mei 2018 / 11:38 WIB

Menikmati Makanan 'Ndeso' di Tepian Bogowonto, Mau?

PURWOREJO (KRJOGJA.com) - Sebuah tempat makan baru kembali berdiri di Kota Purworejo. Sesuai namanya, Warung Bogowonto dibangun tepat di tepian Sungai Bogowonto Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo.

Warung Bogowonto dibangun dengan konsep ala ndeso. Pemiliknya, pengusaha setempat Rinto Dwiyono, mendirikan dua rumah joglo khas Jawa di bantaran sungai itu. "Bukan bangunan megah dan permanen seperti kebanyakan rumah makan, namun kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda," tutur Rinto, kepada KRJOGJA.com, Kamis (10/5).

Tidak hanya bangunannya, interior di dalam rumah makan itu pun begitu klasik. Joglo dipenuhi mebeler kuno yang disusun tanpa sekat. Tujuannya memudahkan interaksi antar pengunjung atau konsumen dengan pelayan rumah makan.

Bagian belakang bangunan dibuat terbuka tanpa dinding dengan pemandangan Sungai Bogowonto. Beberapa dipan khusus lesehan disusun di teras belakang. Semilir angin dari arah sungai menerpa siapapun yang makan di tempat itu. "Soal tempat, meski di tepi sungai, tidak pernah kebanjiran. Air tidak naik karena posisi bangunan jauh lebih tinggi dari sungai.

Ingin menunjukkan identitas sebagai warung makan ala ndeso, menu sajiannya pun mengikuti. Warung Bogowonto memiliki menu andalan aneka olahan ikan sungai. Kalau datang ke sana, konsumen bakal menemukan deretan ikan wader, bethik, tawes, kutuk, nila, lele hingga sogo dalam berbagai olahan.

Koki rumah makan itu mengolah ikan menjadi ikan goreng, gulai bumbu kuning atau mangut. "Untuk menu pendukung, kami ada olahan sayuran yang lazim dimasak ibu rumah tangga di perdesaan. Misalnya oseng genjer, lompong, lodeh jantung pisang hingga asem-asem," ungkapnya.

Harga menu makanan pun terjangkau. Pemilik mematok harga mulai Rp 12 ribu perporsi termasuk minum, hingga Rp 22 ribu. "Tergantung berapa banyak mengambil ikan, namun dipastikan tidak akan menjebol kantong. Masih sangat terjangkau," ucapnya.

Harga murah, tempat yang sejuk dan rasa masakan yang enak membuat tempat makan yang baru berdiri empat bulan itu dibanjiri pengunjung. Kebanyakan mereka datang pada saat jam makan siang.
 
Tidak hanya pengunjung dari seantero pelosok Purworejo, pelanggan juga datang dari berbagai kota di Indonesia. "Kebanyakan mereka perantau yang pulang kampung, lalu kangen masakan lokal. Beberapa turis asing juga pernah mampir kemari," tandasnya. (Jas)