Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 27 April 2018 / 21:26 WIB

Murid SMA Taruna Nusantara Raih Emas ICYS Belgrade 2018

MAGELANG, KRJOGJA.com - Muhammad Firman Nuruddin siswa kelas XII SMA Taruna Nusantara Magelang berhasil meraih Medali Emas bidang Environmental Science pada lomba penelitian sains internasional  25th International Conference of Young Scientists (ICYS) 2018, yang berlangsung pada tanggal 19-25 April 2018 di Belgrade Serbia. 

Satu medali paling bergengsi lainnya diraih oleh Ian Santoso dari SMA Cita Hati West Campus Surabaya pada bidang Life Sciences. Medali perunggu diraih oleh Firman Fathoni dari SMPN1 Surabaya pada bidang Computer Science, Michael Teguh Laksana dari SMA St Aloysius Bandung pada bidang Physics, dan Peter Gonawan dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya pada bidang Engineering. 

Nicholas Patrick dari  SMP Cita Hati Surabaya mendapatkan Special Award bidang Mathematics, serta Stephanie Susanto & Suzan Basaran dari SMA Budi Utama Yogyakarta juga mendapatkan Special Award bidang Life Sciences. Arflyno Chrisdion Pudayar Pahombar Ludjen dari SMA Bina Cita Utama Palangkaraya berhasil meraih The Best Poster bidang Computer Science.         

Firman menjelaskan keikutsertaan lomba ICYS  ini dimulai dengan seleksi berjenjang dari tingkat provinsi yang berlanjut ke tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Center for Young Scientists bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kota, universitas dan lembaga swadaya masyarakat sejak bulan Agustus hingga November 2017. 

Firman, anak muda kelahiran Magelang ini selalu menunjukan minat yang tinggi dalam kegiatan penelitian dan selalu bersemangat mengikuti kompetisi termasuk ICYS ini. Apalagi SMA Taruna Nusantara selalu mendukung penuh pengembangan bakat siswa-siswanya.

Pembina kelompok penelitian di SMA Taruna Nusantara yang saat ini juga merangkap Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan Asrama, Drs. Kuncoro Puji Raharjo, M.Pd. membenarkan bahwa siswa Firman memiliki bakat dan minat yang sangat tinggi dalam bidang penelitian, sehingga sehari-harinya seringkali berada di laboratorium atau di bengkel kerja. 

Tentu saja hal ini menuntut perhatian sendiri dari pamong/guru pembina kelompok penelitian ini. Mengingat harus dicari cara bagaimana diperolehnya keseimbangan antara pemberian ruang kreativitas yang sebesar-besarnya kepada siswa yang melakukan aktivitas penelitian.

Kepala SMA Taruna Nusantara, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soebagio, S.IP menyambut dengan bangga kemenangan siswa Firman ini danselalu percaya tidak ada paradoks antara disiplin dan kreativitas. (*)