Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 27 April 2018 / 08:50 WIB

Warga Wadas Tetap Tolak Bukitnya Ditambang

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo kembali menolak rencana pemerintah untuk menambang batu di bukit desa tersebut. Mereka demonstrasi ketika rapat konsultasi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) di kantor desa setempat, Kamis (26/4/2018).

Rapat konsultasi yang awalnya berjalan tenang. Pihak BBWSO dan sejumlah dinas mengundang ratusan warga pemilik lahan terdampak rencana pertambangan.

Sejumlah warga mempertanyakan berbagai hal terkait rencana penambangan batu untuk bendungan. "Kami setuju pemerintah akan membangun bendungan, tetapi kami menolak apabila bukit desa kami diambil batunya," tegas warga Wadas, Sardi.

Menurutnya, warga menilai ada banyak kerugian yang akan dialami masyarakat apabila bukit Desa Wadas diambil batunya. Ada 42 mata air di bukit itu yang dimanfaatkan ribuan warga Wadas.

Sumber itu, katanya, dipastikan mati apabila bukit digali. "Kami bakal kesulitan air bersih, entah apa solusi pemerintah mengatasi ancaman masalah itu," ucapnya.

Warga juga menggantungkan hidup dari komoditas yang ditanam di Bukit Wadas. "Kami menanam buah-buahan, rempah, kayu dan andalan warga adalah durian," ujarnya.

Warga lain, Musabihul Hasani menambahkan, rencana pemerintah membebaskan bukit untuk ditambang juga akan menghancurkan hak adat waris. Tidak akan ada hak waris karena tanah di bukit itu akan dibeli pemerintah.

Menurutnya, warga kehilangan hak milik atas tanah tersebut. "Kami punya tanah di bukit yang ingin kami wariskan untuk anak cucu, jika dibebaskan, kami tidak akan punya tanah untuk diwariskan. Jadi apapun keputusan pemerintah, warga tetap menolak," terangnya.

Sementara itu, Kasi BBWSO Modesta Tandiayu mengatakan, Bendungan Bener merupakan proyek strategis nasional yang dikuatkan dengan keputusan preaiden. Keputusan itu harus didukung pemerintah di provinsi, kabupaten hingga masyarakat. "Kami hanya laksanakan perintah saja, jadi kami harap dukungan masyarakat," tandasnya.(Jas)