Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 26 April 2018 / 19:00 WIB

Merajut Kebersamaan, Merawat Keberagaman

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Di era sekarang, orang mudah terprovokasi. Dengan mengatasnamakan agama, paling mudah untuk menggerakkan massa dalam melakukan sesuatu termasuk tindakan anarkis. Namun sebenarnya tindakan-tindakan seperti itu tidak sesuai dengan ajaran agama. Agama selalu mengajarkan kedamaian, melindungi yang lainnya termasuk penganut agama lain.

“Repotnya agama dipolitisir untuk menyerang orang lain demi kepentingan yang lebih sempit,” kata  Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogya, Zastrow Al Ngatawi, Kamis (26/4/2018).

Dalam dialog kebangsaan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai Kebhinekaan dalam konteks lokal di Aula Bank Purworejo,

Zastrow Al Ngatawi di hadapan Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kaligaja (IKASUKA) yang bermukim di Kabupaten Purworejo menandaskan, bahwa di era sekarang orang berbicara ayat suci Al Quran saja mudah disalah tafsirkan. Apalagi jika yang berbicara bukan kelompoknya, maka akan dengan mudah diserang dengan atas nama penistaan agama.

“Padahal maksudnya bukan begitu, justru mengingatkan pada kita, umat Islam untuk instropeksi diri,” kata mantan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU ini.

Zastrow Al Ngatawi yang juga Jubir keluarga mantan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga mengingatkan kembali, bahwa Almarhum Gus Dur sering kali membuat pernyataan yang kelihatannya kontra sehingga menimbulkan banyak kritik.

“Tapi jika dipahami dengan teliti, apa yang sebenarnya dikatakan Gus Dur itu benar. Ini bisa dibuktikan jauh setelah apa yang ucapan itu dilontarkan Gus Dur. Hanya terkadang kita yang tidak bisa memahami,” tandasnya. (Nar)