Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 25 April 2018 / 19:44 WIB

Korban Penipuan Calo PNS Lapor Polres Banyumas

PURWOKERTO, KRJOGJA.com - Puluhan korban penipuan calon pegawai negeri sipil,(CPNS), dan calon pegawai (Capeg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Purbalingga dan Banyumas melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banyumas, Rabu (25/4/2018). Mereka didampingi dua kuasa hukum Saleh Darmawan SH, dan Slamet Riyadi SH dari Kantor Hukum Garda Manunggal Purwokerto, 

Kedatangan orang tua puluhan korban CPNS dan Capeg BUMN, untuk melaporkan Dn (55) warga Kecamatan Kembaran, Banyumas yang diduga sudah melakukan penipuan dengan meminta uang dari para korban dari Rp 75 juta hingga Rp 205 juta.

"Jumlah korban berkisar 400 orang, namun yang baru meminta bantuan hukum baru puluhan korban," kata Saleh Dermawan SH, yang didampingi Slamet Riyadi SH.

Dalam laporan tersebut para korban membawa alat bukti berupa kuitansi penerimaan uang. Terlapor Dn diduga melakukan pelanggaran tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat.

Sunarto (65) warga Desa Rajawana, Karangmoncol, Purbalingga, bersama Hasim (54) yang masih satu kampung sudah dimintai uang Rp 65 juta oleh terlapr DN. Uang sebanyak itu, sebgai uang untuk jaminan anaknya yang akan dimasukan di PDAM Kabupaten Cilacap.

Pengakuan senada juga diungkapkan oleh  Muhajidin (60) warga Desa Rajawana, Karangmoncol, Purbalingga yang sudah dimintai uang Rp 75 juta untuk memasukan anaknya menjadi bidan.

Sedang Ny Kasun (56) dimiintai uang Rp 205 juta untuk memasukan anaknya di Pertamina. Namun setelah memintai uang sebanyak itu, anak para korban tidak pernah bekerja. "Padahal permintaan uang itu sudah dilakukan tiga tahun lalu, namun sampai saat ini tidak pernah ada panggilan kerja," kata Sunarto.

Menurutnya untuk meyakinkan para korban, pelaku sempat mengumpulkan anak korban di rumahnya di Desa Kramat, Kembaran untuk dilakukan pemberkasan, bahkan yang ada ditunjukan nomor induk pegawai.

Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Djunaidi SH yang dihubungi terpisah menjelaskan, setelah menerima laporan dari para korban, pihaknya terus akan menindaklanjuti. "Polisi akan mengusutnya dan menindaklanjuti laporan para korban," kata Djunaidi. (Dri)