DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 25 April 2018 / 09:58 WIB

Pembangunan Eks Bioskop Indra Jalan Terus

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY siap menghadapi gugatan pihak yang mengatasnamakan ahli waris atau pemilik atas hak kepemilikan eks Bioskop Indra. Pihaknya berharap polemik hukum bekas Bioskop Indra ini bisa segera diselesaikan supaya sisa lahan bisa segera dibebaskan demi kepentingan umum dalam rangka mendukung dan mewujudkan kawasan semi pedestrian Malioboro sebagai wajah DIY.

Kepala Biro Hukum Setda DIY Dewa Isnu Broto Iman Santoso mengatakan pihak yang mengaku ahli waris eks Bioskop Indra memang telah menggugat Pemda DIY, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY. Gugatan tersebut mengharapkan hak pengelolaan Pemda DIY atas lahan seluas 5.000 meter persegi di bekas gedung bioskop tersebut dibatalkan.

”Saya tegaskan sekali lagi, Pemda DIY telah melalui proses yang panjang dalam memperoleh hak pengelolaan eks bioskop Indra. Dimana kita juga memberikan tali asih kepada sembilan pengelola eks Bioskop Indra ini” ujar Dewa.

Dewa mengungkapkan, Pemda DIY sudah melalui regulasi yang benar dalam mendapat hak pengelolaan eks bioskop Indra tersebut dengan mengajukan permohonan kepada Kementerian ATR yang akhirnya muncullah surat keputusan tentang pemberian hak itu.Kemudian setelah muncul surat tersebut, pihaknya baru melakukan pendekatan kepada pihak pengelola dan memberikan tali asih agar mengikhlaskan hak penguasaan beralih kepada Pemda DIY.

”Setelah itu,kami mengajukan permohonan proses hukum sertifikasi kepada BPN. Jadi secara yuridis, terhadap tanah seluas 5.000 meter persegi di bekas bioskop Indra ini sudah menjadi milik Pemda DIY,” tambah Dewa.

Sementara untuk lahan sisanya seluas 2.000 meter persegi yang belum dimiliki Pemda DIY, Dewa mengharapkan agar pemilik juga berkenan untuk memberikan haknya tersebut dengan uang ganti rugi. Sebab lahan tersebut akan digunakan Pemda DIY untuk kepentingan umum agar kawasan semi pedestrian Malioboro lebih tertata dan lebih indah yaitu diwujudkan sebagai sentra PKL dan kantong parkir.

Komentar senada diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi. Menurut Gatot, meski masih ada gugatan dari pihak yang mengatasnamakan ahli waris, pembangunan di eks Bioskop Indra akan tetap dilaksanakan sesuai dengan program yang sudah disepakati bersama. Mengingat pembangunan itu dilakukan untuk kepentingan umum, Gatot berharap, pihak-pihak terkait bisa proaktif dan memberikan dukungan penuh.

”Seandainya ada pihak yang merasa keberatan dengan pembangunan di gedung eks Bioskop Indra kami persilakan. Karena tanah seluas 5.000 meter tersebut sudah menjadi milik Pemda DIY, jadi meskipun ada pihak yang keberatan pembangunan tetap dilaksanakan. Mudahmudahan polemik hukumnya cepat selesai dan pembangunan di eks Bioskop Indra bisa diselesaikan tepat waktu,” tambah Gatot. (Ira/Ria)