Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 24 April 2018 / 00:10 WIB

Mau Sukses Budidaya Tawon Klanceng ? Begini Caranya !

ADA yang bilang budidaya Tawon Klanceng itu susah. Padahal serangga terbang seukuran semut itu kerap didapati bersarang di sekitar rumah penduduk.  Padahal kalau sukses, budidaya lebah mini ini akan memberi keuntungan melimpah.

Madunya diakui sangat berkhasiat sehingga harganya lebih mahal dibanding madu tawon lainnya. Namun anggapan itu dipecahkan petani sejumlah desa di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. 

"Kami berhasil membudidayakannya, sekarang tawon sudah menghasilkan madu," ujar petani di Desa Jelok, Imam Prayodi, kepada KRJOGJA.com, Senin (23/4).

Menurutnya, tidak ada hal khusus yang harus dilakukan untuk budidaya tawon itu. Hanya cukup sediakan sarang dari kotak kayu dan koloni lebah liar. Idealnya dalam sarang dibuat dua ruang, khusus untuk madu dan telur.

Budidaya Tawon Klanceng di Kaligesing selalu diawali dari alam, yakni dengan proses memindah. "Tidak ada yang jual bibit, kecuali mereka menemukan di alam, lalu sarang alami itu dijual kepada peternak," tuturnya.
  
Pemindahan dilakukan dengan membelah kayu atau bambu tempat tawon bersarang. Setelah itu ambil koloni tawon dengan sendok. Pindahkan ke dalam sarang baru. Telur berserta ratu ditempatnya dalam satu kotak. Sementara bipolen, madu dan cadangan makanan dipisah di ruang lain. Pemisahan diakukan agar saat panen madu, pasukan dan ratu lebah tidak terganggu. 

"Antar ruang dihubungkan dengan lubang dan dinding pada ruang telur serta ratu, dilubangi untuk jalan keluar-masuk lebah pekerja," terangnya.

Pemindahan Sebaiknya dilakukan sore hari karena tawon yang berhamburan akan cepat masuk kandang. "Setelah dipindah, olesi lubang keluar masuk dengan bipolen, untuk menarik lebah cepat masuk sarang. Kunci utama adalah ratu, kalau ratunya ada dalam sarang, lebah pasti datang," ucapnya.
  Ditambahkan, proses pemindahan kadang mengundang semut. Hal biasanya terjadi jika ada madu yang tercecer. Tapi, kata Imam, semut biasanya akan pergi begitu kawanan lebah sudah masuk sarang.
Setelah pemindahan selesai, sarang bebas dutempatkan di manapun. Asal tidak dekat dengan tempat pembakaran, baik sampah atau dapur. Asap yang masuk ke dalam sarang akan mematikan lebah. (Jas)