Olahraga Agregasi    Minggu, 22 April 2018 / 08:10 WIB

Tak Hukum Marquez, Lorenzo Salahkan Race Direction

AUSTIN (KRjogja.com) – Keputusan yang dibuat Race Direction MotoGP dengan tidak memberikan hukuman lanjutan terhadap pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, nyatanya membuat pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo, geram. Pembalap berjuluk X-Fuera itu pun menyalahkan Race Direction jika nantinya terjadi lagi peristiwa yang membahayakan.

Sebelum ini, Marquez tampil sebagai antagonis pada balapan seri kedua MotoGP 2018 yang dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Juara bertahan MotoGP itu menampilkan balapan serampangan yang kemudian membuat rider Aprilia, Aleix Espargaro, dan Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tersenggol.

Karena kejadian tersebut, banyak pihak yang kemudian mengecam aksi Marquez dan meminta The Baby Alien agar memperoleh hukuman yang berat, termasuk di antaranya Lorenzo. Namun begitu, pihak MotoGP nyatanya justru tak memberikan hukuman tambahan kepada Marquez, selain penambahan waktu 30 detik dalam catatan balapannya di Argentina tersebut.

Hal tersebut sontak membuat Lorenzo geram. Pasalnya, ia menilai kalau Marquez tidak akan jera apabila tidak diberi hukuman yang berat. Lorenzo pun mengungkit peristiwa di masa lalu kala dirinya memperoleh hukuman berat saat balapan serampangan di kelas 250 cc. Hukuman tersebut diakui Lorenzo membuatnya jera, sehingga kini ia tidak berani mengulanginya lagi.

“Wasit atau Race Direction harus menghukum dengan keras tindakan-tindakan ini. Itu adalah satu-satunya cara agar pembalap yang melakukan tindakan tersebut berhenti menampilkannya lagi. Karena pembalap itu tahu bahwa hukuman akan datang menimpanya. Itu terjadi terhadap saya di kelas 250 cc, saya sangat agresif, dan saya sepenuhnya mengubah strategi saya dan cara pandang saya,” jelas Lorenzo, mengutip dari Crash, Sabtu (21/4/2018).

“Sekarang, jika Anda berpikir tentang para pembalap yang tidak pernah membuat kekacauan, maka Anda akan teringat (Dani) Pedrosa, (Andrea) Dovizioso, atau diri saya, atau mungkin yang lainnya. Jika Anda memikirkan yang sebaliknya, Anda juga akan teringat kepada para pembalap itu di satu sisi, para pembalap yang terkadang terlalu agresif,” lanjut juara MotoGP tiga kali itu.

“Pada akhirnya, itu bukan kesalahan pembalap. Itu kesalahan Race Direction. Jika Race Direction memberikan hukuman keras, maka pastinya pada kesempatan berikutnya pembalap tersebut tidak akan mengulangi aksi yang sama. Jadi, ini selalu menjadi kesalahan Race Direction,” tandas Lorenzo. (*)