Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 20 April 2018 / 22:10 WIB

Pasokan Cabai Selama Puasa Dan Lebaran di Boyolali Masih Aman

BOYOLALI (KRjogja.com) – Pasokan cabai untuk memenuhi peningkatan kebutuhan selama puasa dan lebaran di masyarakat diperkirakan mencukupi. Untuk menjamin kelancaran pasokan cabai tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian, Yasid Taufik, melakukan pengecekan panen cabai varietas merah keriting di Desa Senden, Kecamatan Selo, Jumat (20/4). 

"Dilihat dari produktivitasnya cukup bagus," katanya. 

Dari lahan seluas lima hektare, sebutnya, pemanfaatan teknologi pertanian yang maksimal di Desa Senden yang dikelola Kelompok Tani Agro Utamaning Tani, mampu menghasilkan sebanyak 10 hingga 15 ton per hektare. Di Boyolali sendiri, areal pertanian cabai di tersebar di wilayah Kecamatan Ampel, Musuk, Cepogo dan Selo.

Dengan asumsi produktivitas dan luas areal yang tersedia saat ini, ia optimis pasokan cabai untuk kebutuhan puasa dan lebaran di wilayah Boyolali secara khusus dan di Indonesia secara umum, aman. Pasokan yang stabil untuk mengimbangi permintaan pasar akan membuat harga cabai di pasaran terjaga. Saat ini, harga cabai di pasaran masih stabil di angka Rp18 ribu per kilogram. "Melihat potensi dari Kecamatan Selo dan lainnya, tampaknya untuk supply cabai merah tampaknya aman untuk Kabupaten Boyolali," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Bambang Jiyanto menambahkan, selama ini lahan pertanian di lereng Merapi-Merbabu memang difokuskan untuk budidaya holtikultura dan produksinya sudah mampu memasuk kebutuhan sayur mayur di wilayah Soloraya dan sekitarnya. Pola penanaman sayur oleh petani sendiri mengikuti musim, dimana saat ini mayoritas menanam cabai dan bawang merah. "Untuk wilayah Boyolali, pasokan sayur, termasuk cabai, untuk kebutuhan lebaran saya kira aman," katanya. (Gal)