DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 19 April 2018 / 16:31 WIB

Siswa Mansa Terbanyak se-DIY Lolos SNMPTN

YOGYA (KRjogja.com) - Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta (Mansa) mencatat rekor terbanyak siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur prestasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). 

Atas ranking pertama terbanyak se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, Kepala Mansa Drs H Wiranto Prasetyahadi MPd menyatakan rasa syukurnya, karena pada SNMPTN 2018 jumlah siswanya yang diterima bertambah, dibanding 2017 yang diterima 27 orang.

"Alhamdulillah pada SNMPTN 2018 ini jumlah siswa Mansa yang diterima bertambah dan terbanyak untuk madrasah aliyah se-DIY. Insya Allah tahun depan bisa lebih banyak lagi," ujar Wiranto kepada KR di ruang kerjanya, Kamis (19/4).

Dari data yang didapat KR setelah urutan pertama yang diraih Mansa dengan 38 siswa,  madrasah aliyah lain yang siswanya diterima jalur prestasi SNMPTN yaitu Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman yaitu 35 siswa, disusul MAN 3 Bantul 23 siswa, Madrasarah Aliyah Wahid Hasyim 17 siswa, MAN 1 Bantul 15 siswa, MAN 2 Wates 14 siswa, MAN 2 Kota Yogya 14 siswa, MAN 1 Gunungkidul 14 siswa, dan MA Ibnul Qoyyim 13 siswa.

Wiranto menjelaskan, banyaknya siswa berprestasi yang diterima di PTN tersebut berkat kerja sama yang baik para warga sekolah dalam kesungguhan melaksanakan proses belajar mengajar. Sehingga prestasi dapat dicapai baik di bidang akademik maupun nonakademik. "Prestasi akademik dan nonakademik mutlak dalam penilaian yang dilakukan oleh Panitia SNMPTN," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak masuk Mansa maka para siswa dibekali motivasi pentingnya mengejar prestasi terkait akan melanjutkan perguruan tinggi. Selain pembekalan motivasi dilakukan oleh para guru di kelas, pihaknya membentuk tim konseling bahwa setiap guru harus membimbing 5-7 siswa secara langsung. "Para guru ini yang fokus melakukan komunikasi dan bimbingan kepada para siswa di kelompoknya, serta berkomunikasi langsung dengan para orangtuanya. Kami juga membentuk koordinator para guru yang terdiri dari semua wakil kepala madrasah. Mereka ini terus melakukan koordinasi dan komunikasi jika terjadi masalah dan mencari solusinya," tambah Wiranto. (Cdr)