Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 17 April 2018 / 14:44 WIB

Bank Boyolali Luncurkan Kredit Lunak Pemerataan Akses Air Bersih

BOYOLALI (KRjogja.com) – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Boyolali meluncurkan produk kredit untuk pembiayaan pengembangan infrastruktur untuk air minum dan sanitasi. Dana tersebut akan dikelola oleh Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) untuk peningkatan kualitas infrastuktur pengairan di pedesaan berbasis masyarakat.

Diketahui, BPSPAMS adalah lembaga di tingkat desa di bawah kementerian yang merupakan bagian dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pasimnas). Di Boyolali, saat ini sudah terdapat 105 BPSPAMS yang tersebar di 19 kecamatan. Dari jumlah tersebut, tiga BPSPAMS sudah didanai oleh Bank Boyolali, diantaranya di Kecamatan Musuk dan Juwangi, dimana pengeboran sumur dan pembuatan konstruksi pipa mampu meningkatkan pelayanan kepada 1.216 sambungan rumah. Dari data Dinkes Boyolali per 2015, terdata masyarakat yang dapat mengkases air minum layak sebanyak 79,87 persen dan akses sanitasi layak sebesar 88,3 persen.

"Harapannya nanti seluruh BPSPAMS bisa kita biayai," terang Dirut Utama BPR Bank Boyolali, Dono Sri Hananto, Selasa (17/4), dalam peluncuran produk di Pendopo Alit Pemkab Boyolali. 

Maksud dari pengucuran kredit dengan plafon hingga Rp50 juta dengan bunga 0,95 persen per bulan tersebut, imbuhnya, dimaksudkan untuk pemerataan infrastrutur air minum dan sanitasi di pedesaan. Sebab kesulitan utama dari program ini adalah di sektor pendanaan. Selama ini, BPSPAMS mayoritas belum bisa mandiri dan masih menggantungkan anggaran dari dana hibah dan dana desa diluar saldo kas.

Ditegaskannya, kredit ini ditujukan untuk kelompok, bukan untuk individu. "Banyak BPSPAMS yang sudah mampu, tapi ada yang belum karena keterbatasan pendanaan. Jadi pembiayaan ini juga untuk pancingan agar program bergulir maksimal," katanya.

Dana tersebut, kata Dono, bisa digunakan untuk pengembangan infrastruktur air, misal pembangunan sarana air minum dan sanitasi, perbaikan pompa, pengeboran sumur konstruksi perpipaan, dan sebagainya. Dengan begitu, diharapkan nantinya seluruh masyarakay Boyolali bisa mendapat akses untuk air minum dan sanitasi yang layak. (Gal)