Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 16 April 2018 / 20:11 WIB

90 PTN Bahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh dan Online Learning

TANGERANG SELATAN, KRJOGJA.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menggelar pertemuan dengan pimpinan 90 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan. 


Menristekdikti mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia harus melakukan perubahan dengan melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan dunia yang begitu cepat. Adapun pertemuan ini bertujuan untuk membahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan ‘Online Learning’ pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

"Tampaknya kita tidak bisa menunggu lagi, kita harus melakukan perubahan. Perubahan itu harus kita lakukan pada disruptive technology era’, dan kita bisa memanfaatkan peluang yang baik. Di Eropa dan Amerika terkenal dengan istilah revolusi industri 4.0, namun beda lagi di China, mereka mengenal istilah Made in China 2025”. Jadi target mereka di tahun 2025 semua dunia menggunakan produk negeri Tiongkok," ungkap Menteri Nasir.

Menteri Nasir menjelaskan China saat ini mengembangkan kereta cepat sampai ke Eropa. Negara lain sudah mengembangkan ekonomi kelas dunia shingga peran pendidikan tinggi di Indonesia agar dapat mengisi pembangunan yang ada di negeri ini.

Menristekdikti menambahkan bahwa sistem PJJ harus diawasi dan didampingi cara pengelolaan sistem PJJ,  bagaimana sistem pendidikan, sistem pemberian tugas, serta sistem penjaminan mutu, yang merupakan bentuk dari ‘cyber university’.

Sebagai kampus yang sudah terlebih dahulu menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan mandat kepada Universitas Terbuka (UT) untuk memberi masukan dan mendukung seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh tersebut, sesuai dengan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki UT.

Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan, ini merupakan kehormatan bagi UT, dan UT telah mengambil langkah konkret membangun kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mensukseskan program stratergis PJJ dan ‘Online Learning’. (Ati)