DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 16 April 2018 / 14:50 WIB

MASIH TINGGI

Tekan Kecelakaan Kerja dengan Cerdas Cermat K3

SLEMAN, KRJOGJA.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mencatat angka kecelakaan kerja masih terbilang tinggi. Guna menekan angka kecelakaan kerja, para pekerja dan pemberi kerja diminta untuk meningkatkan pemahaman terkait keselamatan kerja. Salah satunya dengan menggelar lomba Cerdas Cermat K3.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Andung Prihadi Santoso mengatakan angka kecelakaan kerja di DIY terbilang tinggi. Selama 2017 misalnya tercatat kasus kecelakaan kerja mencapai 998 kasus. 

"Ini berdasarkan klaim BPJS Ketenagakerjaan. Jadi akurat. Meski terbilang tinggi, jumlah ini masih lebih baik ketimbang daerah lain di Jawa. Kami tetap menginginkan 0 (zero) accident di DIY," kata Andung di sela Cerdas Cermat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang digelar Disnakertrans DIY dengan PT Sarihusada Generasi Mahardika, Senin (16/04/2018).

Dari 998 kasus tersebut, kata Andung, sekitar 500 kasus merupakan kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi agar baik pekerja maupun pemberi kerja untuk memperhatikan aspek keselamatan kerja di jalanan. Apalagi, unit usaha di ada di wilayah DIY mayoritas bergerak dibidang ritel dan perdagangan.  "Banyak pekerja yang mobile. Ini harus diperhatikan perusahaan bagaimana kondisi pekerja, tingkat kelelahan pekerja, kendaraan juga harus safety," katanya.


Manufacturing Director Danone ELN Indonesia Delta Deritawan mengatakan kegiatan Cerdas Cermat K3 untuk menularkan pencapaian 2.500 hari tanpa kecelakaan kerja di Sarihusada Jogja Factory. "Dengan upaya dan kerja keras karyawan dan kontraktor selama 2500 hari nihil kecelakaan. Bagaimana pun keselamatan harus diusahakan," katanya.

Dia berharap kampanye kesadaran dan ketaatan pemenuhan norma K3 terus dilakukan. Cerdas Cermat itu digelar untuk mengetahui tingkat pengetahuan K3 dan meningkatkan partisipasi semua pihak untuk mengoptimalkan pelaksanaan budaya K3.  "Kalau setiap kegiatan usaha menerapkan, maka dengan sendirinya budaya K3 diterapkan untuk semua industri di DIY," katanya.  (Tom)