DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 15 April 2018 / 21:50 WIB

Bisa Timbulkan Gerakan Kebangsaan, Gerakan Keagamaan Miliki Keunggulan


SLEMAN, KRJOGJA.com - Di Indonesia, gerakan kegamaan juga kerap menimbulkan gerakan kebangsaan. Inilah realita historis yang menjadi latar belakang berdirinya organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Indonesia dan  kemudian mewarnai pergerakan Indonesia menuju kemerdekaan.  

Pakah Hukum Ketatanegaraan UII Preof Dr HM Mahfud MD mengemukakan hal tersebut dalam kegiataan subuh berjamaan di Masjid Ulil Albab dalam rangkaian Pembukaan Milad ke-75 UII, Minggu (15/4/2018). Mengangkat tema ‘Aktualisasi Dakwah Islamiyah Membangun Peradaban Era Milenial’, Salat Subuh Berjamaah seluruh sivitas akademika UII dan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Rektor UII.

“Gerakan keagamaan di Indonesia bahkan menimbulkan gerakan kebangsaan. Contohnya Muhammadiyah yang berdiri pada 1912. Ahmad Dahlan mengingatkan kita bahwa kita harus bangkit berdiri sebagai bangsa yang mandiri melalui pendidikan. Kemudian NU yang berdiri pada 1926 lebih menegaskan pada kesadaran membangun negara,” ungkapnya.

Dalam sambutannya Rektor UII Nandang Sutrisno SH LLM MHum PhD mengungkap rasa syukur atas 75 tahun kiprah UII sebagai institusi perguruan tinggi tertua di Indonesia. Ia berharap UII dapat terus menebarkan rahmat lil ‘alamin bagi seluruh umat.

”Kita ingin, akar UII lebih kuat lagi menghujam ke bumi, batangnya lebih menjulang tinggi lagi, dan buahnya lebih lebat lagi. Sehingga visi UII yakni rahmatan lil ‘alamin semakin dirasakan oleh seluruh umat,” ujarnya.

Nandang mengatakan bahwa tema Dakwah Islamiyah yang diambil dalam milad UII agar UII senantiasa memancarkan akar keislamannya, baik dalam lingkup nasional maupun intenasional.

“Kita ingin dakwah kita mengglobal dan menginternasional. Kita ingin di semua sektor, UII melakukan internasionalisasi. Harapan kita, di bidang dakwah juga supaya dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam,” ungkapnya. (Fsy)