Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 14 April 2018 / 23:12 WIB

Peternak Sapi Perah Bisa Maju Seperti di New Zealand

SALATIGA, KRJOGJA.com - Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) ingin peternak sapi perah di Indonesia maju seperti peternak di New Zealand. Pernyataan ini ditegaskan, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono saat berkunjung ke kelompok tani Margoharjo IV Dusun Slumut, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Sabtu (14/04/2018).

“Saya ingin memantau perkembangan pelaksanaan program kemitraan Indonesia-New Zealand dalam rangka kerjasama Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA),” tandas Sugiono.

Ia berharap kegiatan IDEA ini bisa memwujudkan Mini Farm sapi perah New Zealand di Jawa Tengah yang benar-benar riil dan meningkatkan produktivitas sapai perah dan memacu produksi susu segar dalam negeri. Populasi sapi perah 544,791 ekor dengan produksi 920,1 ribu ton susu segar.

Melalui program IDEA ini, diharapkan membantu mengedukasi masyarakat pentingnya susu segar bagi pemenuhan gizi. Enam tahun ke depan proyek IDEA ini menargetkan mampu memberi manfaat kepada 5.000 peternak melalui kenaikan keuntungan 50 persen.

Peternak sapi di Dusun Slumut, Kamto (50) mengungkapkan sebelum ada pendampingan dari Kementrian Pertanian melalui IDEA menggunakan sistem tradisional dan hanya menghasilkan susu antara 8-9 liter saja per hari dari 4 ekor sapi. Sekarang mencapi 12-14 liter per hari.

“Penghasilan kami bersih per bulan rata-rata Rp 6 juta sampai Rp 7 juta dengan lahan pakan ternak rumput jenis Mulato 2.000 meter. Kesejahteraan muilai meningkat,” ujar Kamto. (Sus)