Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 13 April 2018 / 19:08 WIB

Seleksi Anggota Polri, Praktik KKN Sudah Bukan Jamannya

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi menandatangani pakta integritas penerimaan Anggota Polri di Polres Boyolali, Jumat (13/04/2018). Dalam kesempatan ini Kapolres menegaskan, apapun latar belakang dan kondisi ekonominya, bila memang punya kemampuan maka akan lolos dan lulus menjadi anggota Polri.

Proses seleksi seluruh penerimaan anggota Polri kali ini, baik Tamtama, Bintara dan Akpol, menerapkan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Peserta seleksi yang ketahuan menggunakan koneksi atau sponsor, baik oleh anggota internal Polri atau bukan, akan didiskualifikasi.

Begitupun anggota Polri yang kedapatan membantu dalam proses seleksi akan ditindak. Menurutnya, praktek korupsi, kolusi dan nepotisme sudah bukan jamannya lagi dalam penerimaan anggota Polri.

"Misal, sudah ada anggota keluarga Polri yang mendaftar tapi tak memenuhi syarat formil seperti tinggi badan, ya kita diskualifikasi. Jangan percaya kepada siapa saja, baik anggota maupun bukan, yang mengaku bisa meloloskan atau membantu dalam proses seleksi," sambungnya.

Proses seleksi yang berintegritas ini, tegasnya, sebab ini adalah proses yang paling penting dalam menjaring petugas polisi dengan SDM yang mumpuni, sehingga nanti akan lahir polisi yang profesional dan terpercaya sesuai dengan keinginan dan tuntutan masyarakat.

Dalam kesempatan ini Kapolres juga mengkisahkan pengalamannya mendaftar Polisi dahulu. "Saya bisa menjadi polisi meski orang tua saya hanya seorang sopir, tapi sopir pesawat," kata Aries Andhi menceritakan kisahnya saat mendaftar menjadi anggota Polri, 20 tahun lampau, kepada 260 pendaftar dan orang tua saat penandatanganan.

Dari Sumenep, Madura, naik bis ekonomi sendirian ke Jakarta, dua hari sebelum tes untuk masuk Akabri. Seluruh proses, dari pendaftaran hingga seleksi dilakukan sendiri tanpa diantar atau ditunggui orang tua.

Ibaratnya, dulu para calon anggota dilepas untuk mengemban sendiri tanggung jawab meraih cita-citanya. "Dulu tidak seperti sekarang, semuanya dilakukan sendiri. Dari daftar sampai tes," kata.

Kisah tersebut diceritakannya untuk memotivasi para pendaftar untuk tetap bersemangat dalam mengikuti seleksi anggota Polri. "Mintalah restu yang baik pada orang tua. Orang tua juga mengikhlaskan putra putrinya untuk mengikuti seleksi dengan baik," ucapnya. (Gal)