Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 13 April 2018 / 08:51 WIB

Ulama Indonesia Didorong Melek Internet dan Sebar Pesan Baik Anti-Ekstremisme

AMERIKA SERIKAT, KRJOGJA.com - Kementerian Luar Negeri AS mengimbau para ulama dan pemuka agama di seluruh negara, salah satunya di Indonesia, untuk melek internet dan memanfaatkan medium tersebut guna menyebar pesan-pesan baik demi menangkal pengaruh-pengaruh ekstremisme.

Director of the Office of Countering Violent Extremism (CVE) - Kemlu AS, Irfan Saeed, juga menambahkan bahwa hal itu bisa menjadi salah satu opsi untuk menangkal dan menanggulangi bertumbuhnya narasi-narasi ekstremisme di kawasan yang bertendensi berkembang menjadi gerakan terorisme lokal.

Internet bisa menjadi medium yang digunakan oleh para ulama-ulama baik yang benar-benar religius untuk menyebar informasi yang baik pula," kata Saeed dalam Asia-Pacific Media Hub Kemlu AS, Rabu (11/4/2018).

Ulama Mampu Menangkal Narasi Ekstremisme di Internet

Saeed menggarisbawahi bahwa organisasi teroris masa kini sangat menggeliat di dunia maya.

Ia menjelaskan, lewat dunia maya atau sosial media, organisasi teror seperti ISIS, Al Shabaab, Al Qaeda, dan yang serupa, memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk memengaruhi khalayak banyak.

"Kelompok itu menaruh informasi-informasi yang berbahaya dan keliru di sosial media," kata Saeed.

Di sisi lain, para ulama yang benar-benar religius tahu bahwa hal-hal semacam itu adalah hal yang salah. Dan mereka tahu bagaimana cara menanggulangi hal tersebut.

Akan tetapi, menurut Saeed, tak banyak dari para ulama tersebut yang mampu memanfaatkan internet dengan baik.

"Oleh karenanya, para ulama baik harus melek internet. Karena, medium itu mampu memfasilitasi mereka dalam menyebarluaskan pesan-pesan baik demi menangkal narasi-narasi keliru bernuansa ekstremisme yang marak di dunia maya," kata pejabat Kemlu Amerika Serikat tersebut.(*)