DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 12 April 2018 / 04:14 WIB

Mapala UPN 'Veteran' Bongkar Bambu Monjali

SLEMAN, KRJOGJA.com - Mapala UPN 'Veteran' Yogyakarta, Rabu (11/04/2018) melaksanakan pembongkaran bambu runcing. Rangkaian bambu runcing ini sudah berada satu bulan di puncak kerucut Monumen Yogya Kembali (Monjali), sejak peringatan Serangan Oemoem 1 Maret 2018.

"Bambu runcing yang berada di ketinggian 32 meter ini bagian dari susunan bambu runcing yang berjumlah 1.500 batang. Sebagian bambu runcing, berada di kolam, di lapik, di pelataran, di halaman Monjali," ungkap Pengurus Mapala UPN 'Veteran' Yogyakarta, Zaeni kepada KRJOGJA.com.

BACA JUGA :

Monjali Dilapisi 1.500 Bambu Runcing

Zaeni menjelaskan jumlah ini mencatatkan menjadi rekor pemancangan bambu runcing terbanyak. Tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Dalam suasana panas terik tak menyurutkan anggota Mapala UPN, divisi panjat tebing ; Fahrurozi, Yudhi Yudha, Andi Ichwan untuk melaksanakan tugas membongkar bambu runcing.

"Ini adalah semangat cinta tanah air & wujud nyata. Mahasiswa melakukan aksi bela negara di sela padatnya aktivitas kuliah di Kampus," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, puluhan bambu runcing dengan bendera merah putih di ujungnya mulai terpasang di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kamis (22/02/2018) siang. Beberapa orang dari tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta terlihat serius menyusung bambu-bambu simbol perjuangan tersebut di seputaran kerucut monumen meski cuaca panas menyengat.

Ternyata, mereka sedang dalam misi pemasangan 1.500 bambu runcing untuk memperingati Serangan Oemoem (SO) 1 Maret. Peringatan yang lain dari biasanya ini digagas pihak museum untuk kemudian dieksekusi oleh Mapala UPN sebagai salah satu relawan.

Zaeni Mansyur, Tim Teknis Pemancangan 1.500 Bambu Runcing ketika ditemui KRJOGJA.com mengungkap ide awal pemasangan muncul setelah adanya dialog dengan pihak museum. Pasalnya bambu runcing merupakan alat perjuangan di masa kemerdekaan dahulu yang hingga saat ini sanga tepat dijadikan simbol perlawanan bangsa merebut kemerdekaan. (*)