DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 10 April 2018 / 16:30 WIB

Semakin Mengkhawatirkan, Warga Minta Talud Ambrol Segera Diperbaiki

BANTUL, KRJOGJA.com - Talud Sungai Celeng Dusun Salaman Desa Karangtalun Kecamatan Imogiri ambrol. Akibat dari peristiwa itu dua rumah makin terancam jika sewaktu - waktu banjir kembali melada kawasan itu. Warga sangat berharap agar perbaikan secepatnya dilakukan untuk melindungi bangunan rumah. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bantul dipastikan sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan talud Sungai Celeng.  

Febri Dwi Kustanto warga Salaman Karangtalun Imogiri, Selasa (10/4/2018)  menjelaskan, talud sepanjang 20 meter ditepi sungai tersebut  ambrol sebulan lalu. Waktu debit air sungai terus mengalami peningkatan hingga permukaan tanggul. Akibat luapan itu talud disisi barat sungai langusung rontok digerus derasnya air.

Febri mengatakan, efek dari ambrolnya tebing membuat dua rumah milik Muryono serta H Muhammad Pino terancam. "Kami sangat khawatir rumah itu yang semakin terancam ketika banjir, oleh karena itu sebagai warga berharap perbaikan dilakukan," ujar Febri.

Selain itu warga juga takut ambrolnya talud itu semakin memanjang ke utara mendekati jembatan. Kerusakan itu juga diperparah dengan adanya tumpukan sedimen disisi timur sungai. Keberadaan tumpukan sedimen itu membuat aliran sungai berubah arah dan langsung menghantam tebing sisi barat. Sebenarnya jarak dua rumah dengan sungai relatif jauh. Namun jika dibiarkan dan kerusakan talud tidak lekas diperbaiki air akan menggerus tanah di titik itu.

Sementara Kapala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bantul, Yitno ST MT mengatakan, dari dinas PU PKP Bantul sudah mengalokasikan dana untuk perbaikan talud Sungai Kali Celeng senilai Rp 30 juta. Namun angaran tahun 2018 tersebut sudah diposkan untuk perbaikan di daerah aliran sungai di Desa Girirejo. Sementara kerusakan sekarang ini berada di wilayah Karangtalun atau barat sungai.  

"Sudah dialokasikan senilai Rp 300 juta, tetapi persoalannya, dana itu untuk wilayah Girirejo. Terapi coba nanti dilihat jika diratakan untuk penanganan talud di Salaman bisa atau tidak," ujar Yitno.(Roy)