Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 09 April 2018 / 19:50 WIB

Mentan Minta Uni Eropa Pikirkan Nasib Petani Kelapa Sawit di Indonesia

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan kunjungan dari Pelopor Khusus Dewan HAM PBB untuk Hak atas Pangan ke Indonesia, Senin (9/4/2018).

Menteri Pertanian (Menran) Amran Sulaiman dalam keterangannya mengatakan dalam pertemuan ini, dia turut menyampaikan keluhan terkait kampanye negatif terhadap sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia oleh Uni Eropa.

"CPO kami minta tolong, ada negative campaign, black campaign, di negara-negara Eropa. Kami (Indonesia) punya standar sendiri dan kami tidak mau didikte negara lain. Kami negara berdaulat tidak mau didikte negara lain," ungkapnya, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, negara-negara Uni Eropa tidak bisa hanya berpatokan pada isu deforestasi saja. Sebab, hal yang mesti diperhatikan dalam bisnis CPO adalah kesejahteraan petani dan pengusaha sawit.

"Saya katakan pendekatannya jangan saja deforestasi. Kerusakan hutan, lingkungan, dan sebagainya. Tapi lihat juga dari sisi kesejahteraan petani," kata dia.

Kesejahteraan petani sawit inilah yang menurut dia harus diperhatikan, mengingat cukup besar petani Indonesia yang berkecimpung di sektor perkebunan sawit.

"Aku katakan. Kalau harga CPO turun karena black campaign, ada 30 juta komunitas, terdiri dari ada petani, pedagang. Kalau harga turun, 30 juta orang ini, mereka mencari pendapatan lain tempat. Mereka babat hutan lagi. Secara tidak langsung yang lakukan black campaign merusak lingkungan," tegas Amran.

"Orangutan saja diperhatikan. Ini orang beneran 30 juta ini. Orang. Bukan orangutan. Orangutan saja diperhatikan oleh negara-negara Eropa ini (petani) orang beneran. Dan kita selalu gaungkan ke tingkat dunia, kurangi kemiskinan, selamatkan orang-orang di bawah garis kemiskinan, baru mau kita mau cetak kemiskinan lagi," tandasnya.(*)