Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Senin, 09 April 2018 / 17:10 WIB

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta

Raih Prestasi dalam Lingkungan Kampus yang Bersih dan Nyaman

YOGYA, KRJOGJA.com - Lingkungan kampus dan kantor yang bersih, diyakini akan membuat nyaman dalam bekerja dan belajar, sehingga bisa mencapai prestasi yang optimal. Hal ini pula yng diterapkan civitas akademika Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di kampus Jalan Kusumanegara Yogyakarta.

Ir Ali Rachman MSi selaku Ketua STPP senantiasa memberikan arahan dalam hal peningkatan kepedulian terhadap kebersihan, baik kebersihan tubuh, kebersihan tempat kerja, kebersihan lingkungan, kebersihan asrama dan kebersihan tempat  Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

"Makna bersih tidak hanya bebas dari kotoran, tapi juga bersih dari hal-hal yang tak sepantasnya dilihat. Segenap civitas akademika diharapkan turut bertanggung jawab atas kebersihan kampus, karena berapapun banyak petugas kebersihan yang ada tidak akan benar-benar menjamin kebersihan," kata Ali, Senin (9/4/2018).

Irwan Johan Sumarna, Kepala Bagian Umum mengungkapkan, bahwa mengacu pada tuntunan 'Kebersihan Merupakan Sebagaian Dari Iman', berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan lingkungan kampus yang bersih dan asri. Sehingga diharapkan kampus bisa memberikan kenyamanan dalam bekerja maupun belajar mengajar.

"Upaya yang dilakukan antata lain, penyediaan tempat sampah terpilah organic dan non organic, lomba kebesihan antar asrama, gerakan jumat bersih dan sehat," kata Irwan.

Selain itu juga ada gerakan irigasi bersih yang meliputi saluran irigasi di lahan praktek, kebersihan selokan / saluran air, gerakan pungut sampah setelah apel pagi, penyediaan mesin pemotong rumput, penyediaan gerobag pengambilan sampah. Tak hanya itu, pihak kampus juga menyediakan tempat penampungan sampah sementara dan tempat sampah portable standar Dinas Pekerjaan Umum, penyediaan lubang tanah penimbun sampah dedaunan, pengiriman duta kebersihan pada hari peduli sampah nasional Kota Yogyakarta, dan lain sebagainya.

Budi Wijayanto, S.TP., M.Sc, salah seorang staf STPP menyebutkan, kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya serta pemilahan sampah, merupakan pembiasaan yang baik karena akan memudahkan orang lain khususnya petugas kebersihan dalam penanganan selanjutnya.

Lebih lanjut Budi Wijayanto mengungkapkan bahwa, sampah bisa menjadi berkah dan peluang wirausaha bagi yang jeli melihat peluang, yaitu dengan sedikit perlakuan dukungan alsintan dan pengetahuan metabolisme penguraian sampah sehingga bisa dilakukan pengolahan sampah organic menjadi pupuk hayati. Bisa juga pemanfaatan sampah non organic menjadi bahan daur ulang maupun bahan seni yang laku dijual.(*)