Peristiwa Editor : Ivan Aditya Rabu, 04 April 2018 / 06:12 WIB

Sindikat Penggelapan Motor Rental Beraksi di Losmen Kawasan Sarkem

YOGYA, KRJOGJA.com - Jajaran Unit Reskrim Polsekta Gedongtengen berhasil membongkar aksi peggelapan sepeda motor yang dilakukan sindikat pelaku lintas provinsi. Modus yang dilakukan sindikat ini yakni berpura-pura menjadi wisatawan yang menginap di losmen kawasan Pasar Kembang (Sarkem) Yogyakarta lalu meminjam motor rental. Kendaraan pinjaman ini lalu dibawa lari dan digadaikan di wilayah Temanggung Jawa Tengah (Jateng).

Pelaku masing-masing Unt (34) dan Slh (34) keduanya warga Temanggung Jateng. Keduanya berpura-pura menjadi wisatawan yang tengah berlibur di kota ini, mereka menginap di sebuah losmen kawasan Jalan Sosrowijayan Wetan Yogyakarta tak jauh dari Sarkem.

Kapolsekta Gedongtengen, Kompol Partono mengungkapkan aksi sindikat ini dilakukan pada 11 Maret bulan lalu. Di losmen dengan tarif Rp 130 ribu semalam tersebut keduanya menginap selama lima hari dan setelah itu mulai melancarkan aksinya.

"Losmen tersebut juga menyediakan sepeda motor rental. Kedua tersangka berpura-pura meminjam motor lalu membawanya pergi," ungkap Partono di Mapolsekta Gedongtengen, Rabu (04/04/2018).

Kepada pemilik motor rental sekaligus pengelola losmen, para tersangka meminjam Honda Vario AB-5224-EA untuk transportasi selama liburan di Yogyakarta. Namun saat pemilik losmen tak ada di penginapan komplotan ini beraksi.

"Kedua tersangka keluar losmen dengan alasan hendak mencari makan kepada resepsionis menggunakan motor tersebut. Motor itu lalu dibawa ke Temanggung dan digadaikan di sana," jelasnya.

Menyadari keduanya pergi tanpa pamit membawa motor rental, pemilik losmen langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Gedongtengen. Dari hasil penyelidikan petugas berhasil melacak keberadaan pelaku di Temanggung dan menangkap Unt di Desa Sayangan Kelurahan Butuh.

Dari penangkapan pertama ini Polisi melakukan pengembangan dan akhirnya menciduk Slh di Desa Branti Kelurahan Kandangan. Saat diintrogasi kedua mengaku telah menggadaikan motor rental tersebut kepada Scp alias Gondrong seharga Rp 2 juta.

Uang hasil menggadaikan motor dibagi rata berdua dan telah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, termasuk dugaan adanya TKP maupun anggota lain dalam sindikat tersebut. (Van)