DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 19 Februari 2018 / 20:26 WIB

Jemaat Gereja Santa Lidwina Memaafkan Suliono

SLEMAN, KRJOGJA.com - Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko memimpin misa syukur di Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman Senin (19/2/2018) petang bersama 21 romo termasuk Romo Karl Edmund Prier yang jadi salah satu korban penyerangan Minggu (11/02/2018) lalu. Ratusan umat Katolik memenuhi gereja dengan pengamanan penuh dari aparat penegak hukum maupun komunitas masyarakat lainnya.

Di hadapan wartawan, Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko mengatakan bahwa umat Katolik sudah memaafkan apa yang dilakukan pelaku penyerangan Suliono. Dengan tegas bahkan Uskup menyebut telah mendoakan pelaku yang saat ini berada dalam pengawasan Densus 88 di Jakarta.

Baca juga :

Uskup Agung Semarang Pimpin Misa di Santa Lidwina Bedog

Sedang Ibadah, Romo Gereja Santa Lidwina Gamping Dibacok

“Kami memaafkan dan mendoakan pelaku. Kami juga menghimbau pada siapapun untuk tidak membalas, tidak mendendam tapi justru sebaliknya kita cintai kita doakan, untuk kebaikannya untuk kesehatannya, untuk kebahagiaan di akhirat nanti,” ungkapnya.

Pemimpin umat Katolik di DIY dan Jawa Tengah ini juga mengatakan bahwa misa syukur yang dilaksanakan di Gereja Santa Lidwina petang ini adalah upaya menyikapi sebuah hal dalam konteks orang yang beriman. “Bagaimanapun kita masih bisa bersyukur pada Tuhan yang melindungi umatnya, masyarakatnya dan senantiasa melindungi dari waktu ke waktu,” sambungnya.

Di sisi lain, Uskup juga mengungkap bawasanya misa syukur dengan 21 imam pemimpin ibadah dimaksudkan agar umat Katolik yang masih trauma dengan kejadian kekerasan untuk bisa terbantu pulih dan semakin dekat dengan Tuhan. “Misa ini kami ingin membantu umat agar imannya semakin diteguhkan, peristiwa kemarin (kekerasan) jangan sampai membuat lunglai, membuat takut, yang akhirnya membuat semakin jauh dari Tuhan dan sesama,” ungkapnya lagi.

Romo Karl Edmund Prier yang menjadi salah satu korban juga terlihat begitu tenang dalam memimpin misa kali ini bersama Uskup. Ia terlihat masih mengenakan topi hitam untuk menutupi perban yang masih terpasang di kepala bagian belakang dan depan.

Suasana misa syukur di Gereja Santa Lidwina sendiri berlangsung cukup khidmat petang ini. Umat Katolik yang hendak mengikuti misa harus diangkut menggunakan mobil shuttle karena lokasi parkir yang cukup jauh lantaran membludaknya umat. (Fxh)