DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 19 Februari 2018 / 18:30 WIB

KASUS PEMBACOKAN DI GEREJA SANTA LIDWINA

Begini Cerita Buya Saat Bertemu Suliono

SLEMAN, KRJOGJA.com - Senin (19/2/2018) sore perwakilan Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman bertandang ke kediaman Buya Syafii Maarif untuk bersilaturahmi. Sebelum rombongan datang, Buya sempat menceritakan saat ia mengunjungi Suliono, pelaku penyerangan saat masih dirawat di RS Bhayangkara Minggu (11/2/2018) sore.

Kepada wartawan, Buya mengaku sempat menemui Suliono selama satu jam bersama beberapa anggota polisi termasuk Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri. Buya mengatakan sempat mengajak Suliono berdoa sebelum akhirnya berdialog dengan pria asal Banyuwangi tersebut.

“Saya sempat bilang kalau yang dia bacok itu tidak hanya orang yang berbeda agama tapi juga polisi yang sebenarnya seagama. Baru setelah itu dia mulai menangis setelah mendengar saya bicara itu,” ungkapnya.

Di hadapan Buya, Suliono juga mengungkap bahwa sebenarnya ia tak membenci polisi seperti yang sebelumnya dilakukan para pelaku aksi teror selama ini. “Dia mengaku tidak anti polisi, ini yang kita bingung sebenarnya dia dari faksi mana, itulah yang harus ditelusuri,” sambung Buya.

Baca Juga: Pembacokan Terjadi di Gereja Santa Lidwina, Sultan Minta Maaf Kepada Umat Katolik

Kepada wartawan, Buya juga sempat mengungkap bahwa agenda Suliono melakukan aksi kekerasan di Gereja Santa Lidwina tidak jelas. “Dia hanya bilang benci dengan yang tidak satu golongan karena menurut yang dia pahami golongan lain mengganggu Syariat Islam, inilah yang keliru,” ungkapnya lagi.

Buya berharap, Suliono bisa menyadari kesalahan yang dilakukan dan kembali ke jalan Islam yang sebenarnya sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin. “Hukum tetap harus ditegakkan namun pendekatan lunak tetap harus dilakukan, semoga anak itu lekas sadar lah,” pungkas Buya. (Fxh)