Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 12 Februari 2018 / 17:30 WIB

Muhammadiyah Desak Kasus Teror Umat Beragama Diusut Tuntas

JAKARTA, KRJOGJA.com - Muhammadiyah mengecam keras dan mengutuk serangan brutal terhadap jamaat Gereja Santa Lidwina Gamping Sleman Yogyakarta, Minggu (11/02/2018).

"Jangan biarkan tindakan nista tersebut terulang dan semua pihak tidak boleh mentoleransi sedikit pun perbuatan yang dilarang semua agama dan hukum tersebut," ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir di Jakarta Senin (13/02/2018)

Tindakan keji sebelum ini juga menimpa dua ustadz/kyai di Jawa Barat, yang satu meninggal dunia dan satu lagi luka parah. Perbuatan biadab tersebut sama sebagai bentuk teror dan kekerasan langsung terhadap tokoh dan umat beragama, yang tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja dan tertutupi oleh kasus-kasus lain yang datang berikutnya. 

BACA JUGA :

Menag Desak Aparat Ungkap Motif Kekerasan terhadap Pemuka Agama

Proyektil di Kaki Siliono Berhasil Diangkat

Menurut Haedar setiap bentuk teror dan kekerasan oleh siapapun dan terhadap siapapun merupakan tindakan terkutuk. Muhammadiyah menuntut dengan tegas agar aparat keamanan khususnya kepolisian dan para penegak hukum untuk mengusut tuntas dua kasus tragis tersebut secara sungguh-sungguh, objektif, dan tanpa pandang bulu sesuai koridor hukum yang berlaku. 

"Aparat harus mengungkapkan siapa pelaku dengan motif dan tujuan yang sesungguhnya dari peristiwa yang menimbulkan teror keji dan menakutkan bagi tokoh dan umat beragama di negeri ini," jelas Haedar Nashir.

Haedar juga meminta semua pihak  tidak tergesa mengembangkan opini-opini  dangkal dan bias atas peristiwa-peristiwa yang menimpa tokoh dan umat beragama tersebut. 

"Apakah tindakan keji tersebut ada kaitan dengan intoleransi dan radikalisme beragama atau bentuk lain dari perbuatan-perbuatan kriminal keji atau berlatar-belakang politis dan sebagainya. Berikanlah kesempatan kepada pihak kepolisian dan aparat penegak hukum untuk mengungkap dan mengusut kasus teror tersebut secara tuntas dengan sebenar-benarnya" ujarnya.

Muhammadiyah, kata Haedar Nashir  berharap agar baik umat beragama maupun warga bangsa di mana pun untuk tetap tenang dan tidak tersulut emosi. (Ati)