Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 08 Februari 2018 / 11:06 WIB

Pakan Alami Sehatkan Murai Batu

ADA beberapa faktor penting agar murai batu yang dilombakan bisa mengumpulkan banyak nilai. Ketika suaranya bervariasi dan volume suara bagus termasuk yang ikut mempengaruhi.

Faktor penting lainnya, seperti tingkat kerajinan bersuara, kesehatan, penampilan ataupun percaya diri murai batu. Pemberian rutin pakan alami seperti jangkrik, ulat Hongkong dan kroto banyak diyakini para penggemar murai mampu mendukung hal tersebut. 

Pemberiannya setiap pagi atau sebagai pakan rutin harian selain jenis pakan voer buatan pabrik. Sebelum diikutkan lomba pemberiaannya bisa ditambah.
"Pagi hari sebelum lomba, murai batu dapat diberi lima sampai sepuluh 10 jangkrik, sedikit kroto dan ulat Hongkong. Pakan-pakan seperti ini bisa membantu meningkatkan kesehatan serta stamina murai ketika dilombakan,” jelas kicau mania asal kawasan Jalan Godean-Seyegan Sleman, Ahmad Rifai, Rabu (7/2/2018).

Pemberian pakan alami terutama jangkrik, sebutnya, juga dapat menambah rasa percaya murai ketika dilombakan dan berhadapan dengan murai-murai lain yang digantang. Bahkan tak sedikit pemilik murai, memberikan tiga ekor jangkrik sekitar 30 menit sebelum digantang. Sebaiknya jangkrik sudah dihilangkan bagian kaki-kakinya, agar terhindar dari risiko ‘nyangkut’ di tenggorokan murai.

Dengan stamina yang bagus serta percaya diri waktu ‘ngoceh,’ dari awal sampai akhir penjurian akan menjadikan murai kelas lomba mengumpulkan banyak nilai. Selain soal pakan, rutin memandikan murai batu pada pagi hari lalu dilanjutkan dijemur akan mendukung kesehatan serta kualitas ocehan. Idealnya setelah dimandikan tak langsung dijemur, namun diangin-anginkan sejenak.

“Pada malam hari, biasa saya sediakan juga wadah berisi air secukupnya. Karena, murai juga ada yang senang mandi malam hari, tapi tidak sampai basah kuyup,” jelas Rifai.

Agar mempunyai suara atau ocehan bervariasi, ia biasa memaster dengan jenis ocehan lain seperti kapas tembak, cucak hijau, lovebird, ciblek dan branjangan. Baik murai asal Medan maupun Lampung mampu merekam atau menirukan jenis ocehan lain. (Yan)