DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 23 Januari 2018 / 12:45 WIB

Penangkaran Burung Ocehan Butuh Suasana Alami

SEBAGIAN kicau mania sudah piawai menangkarkan beberapa jenis ocehan atau burung berkicau. Salah satu syarat agar berhasil dalam penangkaran, yakni suasana lingkungan kandang perlu dibuat sealami mungkin.

Seperti halnya diungkap penangkar murai batu dan kacer di kawasan Trihanggo Sleman, Gatot, dengan suasana alami akan mendukung sukses atau berhasilnya usaha penangkaran ocehan. Kiat menciptakan suasana alami, misalnya di dalam kandang penangkaran perlu diberi tanaman. Beberapa jenis tanaman mampu tumbuh baik meski kurang mendapat sinar matahari, misalnya jenis-jenis tanaman ‘indoor.’

“Adanya bak kolam di dekat kandang penangkaran juga mampu menciptakan suasana alami. Apalagi dibuat gemericik air yang bisa selalu terdengar oleh ocehan. Saat musim panas, adanya kolam juga bisa mengurangi rasa gerah bagi ocehan,” jelas Gatot, baru-baru ini.

Tak kalah penting, ia biasa menggunakan bahan-bahan alami sebagai pendukung penangkaran di dalam kandang.  Antara lain tempat bertengger dibuat dari potongan dahan pohon, berlekuk dan masih ada kulitnya. Sarang untuk bertelur, khususnya untuk kacer ia memilih batang pohon kelapa yang diberi lubang. Dasar kandang cukup lantai tanah yang dilambari pasir asal sungai.

Bapak dua anak ini juga lebih senang memberikan pakan-pakan alami, misalnya ulat Hongkong, cacing, jangkrik dan ulat Jerman. Tempat pakan dibuat dari wadah-wadah khusus yang dibuat dari bahan alami seperti kayu maupun bambu. Penempatannya di kandang diusahakan mudah untuk diambil sewaktu-waktu, misalnya untuk dibersihkan maupun saat penambahan pakan.

“Ketika sepasang murai maupun kacer sudah berjodoh akan bisa rutin bertelur. Setelah telur menetas, kira-kira tujuh hari dari penetasan, biasa saya ambil lalu saya loloh sendiri,” terang Gatot.  

Ditambahkan, kendala dalam penangkaran ocehan selain penyakit, yakni soal penjodohan. Ketika ingin menjodohkan murai batu, antara jantan dan betina tak bisa langsung dijadikan satu dalam kandang penangkaran. Pasalnya, ketika murai jantan dan betina belum kenal atau belum jodoh bisa saling serang. Tak jarang, murai jantan terus mengejar serta menghajar murai betina, sehingga dapat memicu stress, menjadi tak mau makan sampai akhirnya bisa sampai mati. (Yan)