Peristiwa Editor : Agus Sigit Selasa, 23 Januari 2018 / 08:13 WIB

576 Peserta Berbagai Daerah Ikuti Program CBT

BEKASI, KRJOGJA.com - Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi Mulai menggelar program Competency Based Training (CBT) atau Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) tahap 1 tahun 2018 yang diikuti sebanyak  576 peserta  yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala  BBPLK Bekasi  Helmiati Basri mengatakan, pelatihan kerja  ini merupakan wujud nyata program perluasan kesempatan kerja melalui pembinaan pelatihan keterampilan kerja pada masyarakat sekaligus upaya mempercepat pengurangan pengangguran.

“Pemerintah mempercepat pelaksanaan program pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan penguatan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia  (SDM) Indonesia ,” kata Helmiati Basri saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I Tahun 2018 di BBPLK, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/1/2018).

Pembukaan PBK ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Helmiati Basri secara simbolis kepada empat peserta PBK yang berasal dari empat kejuruan  yaitu bidang Elektronika , Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Refrigeration (mesin pendingin)  dan Pariwisata.

Dalam arahannya di depan  576 peserta progran PBK, Helmiati mengatakan, melalui program ini maka dapat dimaknai sebagai upaya pemberian kemampuan pelatihan kerja  kepada warga masyarakat yang membutuhkan keterampilan sebagai bekal untuk bekerja atau berwirausaha.

Pada era globalisasi saat ini, menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat. Hampir setiap saat, perubahan itu selalu terjadi pada setiap sektor kehidupan masyarakat. Sementara di sisi lain,  disepakatinya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau bahkan Kawasan Asia (AFTA) dan juga memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi permasalahan sekaligus tantangan tersendiri yang harus dihadapi bersama.

"Pemerintah menyadari bahwa peningkatan SDM merupakan salah satu kunci dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan ini. Hal ini termasuk dalam upaya menghadapi Persaingan Bebas Asean yang kita kenal dengan istilah MEA dimana kita dituntut menyiapkan tenaga kerja yang kompeten," tandas Helmiati.(Ful)