Jateng Editor : Agus Sigit Senin, 22 Januari 2018 / 02:19 WIB

Rejosari Berkembang Jadi Sentra Anyaman Bambu Inovatif

KEBUMEN (KRJOGJA.com) - Selama puluhan tahun Desa Rejosari Kecamatan Ambal Kebumen menjadi sentra anyaman bambu tradisional dengan produk-produk anyaman bambu tradisional seperti tampah, keranjang, tempat nasi dan besek yang setiap harinya dihasilkan oleh ratusan perajinnya.
   
"Namun sejak tahun 2015 lalu kami mulai berinovasi untuk membuat aneka produk anyaman bambu yang berdaya pakai tinggi namun kental unsur dekoratifnya," ungkap Ketua Kelompok Usaha Produktif (KUP) Rejosari Bambu Desa Rejosari, Umiyati, di rumahnya, Minggu (21/01/2018).

Sebagai perintis dan penggerak berkembangnya kerajinan bambu inovatif di Desa Rejosari, Umiyati mengaku kerap dihinggapi perasaan prihatin melihat kerajinan anyaman bambu di desanya yang hanya berkutat dengan produk anyaman konvensional.

" Saat itu ada dorongan hati agar saya membuat inovasi agar produk anyaman bambu kami bervariatif dan lebih menarik. Kini dari ratusan perajin anyaman bambu tradisional di sini sudah ada 20 perajin yang beralih menekuni kerajinan bambu inovatif dan mereka menyatu dalam sebuah kelompok usaha yang bernama KUP Rejosari Bambu," jelas Umi.

Selama dua tahun terakhir sudah puluhan desain produk anyaman bambu yang dihasilkan oleh kelompok perajin tersebut, seperti aneka keranjang hantaran lamaran dan tempat makanan, vas, tempat tisu, kap lampu, topi, tas, dompet serta lainnya. Pemasaran pun sudah merambah berbagai daerah, khususnya kota-kota besar seperti Semarang dan Yogyakarta. Bahkan, ada beberapa pelanggan yang secara rutin memesan keranjang hantaran dalam jumlah besar.

"Program kami di tahun 2018 adalah menjadikan desa kami sebagai desa wisatabambu dengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) 2018. Kami juga mengikuti Program Desa Berdikari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Dan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kebumen dan mendapatkan dana Rp 100 juta untuk membuat rumah produksi anyaman bambu," ujar Umi. (Dwi)